10 September 2026

Get In Touch

Erosi Sungai Gangga Telan Kuil Siwa yang Usianya Hampir 150 Tahun

Kuil Siwa berusia hampir 150 tahun di kawasan Ratua-I, Distrik Malda, Bengal Barat, India, runtuh dan terseret ke aliran Sungai Gangga (batasmedia99)
Kuil Siwa berusia hampir 150 tahun di kawasan Ratua-I, Distrik Malda, Bengal Barat, India, runtuh dan terseret ke aliran Sungai Gangga (batasmedia99)

MALDA (Lentera) -Sebuah kuil Siwa berusia hampir 150 tahun di kawasan Ratua-I, Distrik Malda, Bengal Barat, India, runtuh dan terseret ke aliran Sungai Gangga yang berlangsung pada Senin (7/9/2026).

Bangunan bersejarah tersebut sebelumnya berdiri di kawasan Muliram Tola, di bawah wilayah Mahanandatola Gram Panchayat. Namun, erosi tebing sungai yang semakin parah secara perlahan mengikis bagian fondasi hingga struktur bangunan kehilangan penyangga dan akhirnya ambruk ke sungai.

Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata dampak erosi Sungai Gangga yang terus mengancam kawasan permukiman dan bangunan di sepanjang bantaran sungai di Malda.

Terkikis erosi sungai

Keruntuhan kuil tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda. Erosi yang berlangsung di tepian sungai secara bertahap menggerus tanah di sekitar bangunan.

Ketika fondasi semakin kehilangan penopang, struktur kuil akhirnya tidak mampu bertahan. Rekaman yang beredar memperlihatkan bagaimana bangunan tersebut runtuh menuju sungai setelah bagian tanah di sekitarnya terkikis.

Kondisi tersebut juga terjadi di tengah memburuknya situasi banjir dan erosi di sejumlah wilayah Malda. Laporan mengenai kawasan Malda menunjukkan bahwa kenaikan debit air dan erosi tebing menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Gangga.

Perumahan warga terancam

Tidak hanya bangunan keagamaan, kawasan permukiman di sekitar lokasi juga menghadapi ancaman akibat erosi.

Lebih dari 100 rumah di kawasan terdampak dilaporkan ikut terkena dampak kondisi tersebut. Ancaman ini membuat persoalan erosi bukan sekadar menyangkut hilangnya sebuah bangunan bersejarah, tetapi juga menyentuh keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

Bagi warga yang bermukim dekat sungai, pergeseran garis tepian dapat terjadi secara bertahap maupun cepat ketika arus deras mengikis lapisan tanah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kerusakan rumah, lahan, fasilitas umum, hingga bangunan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Malda telah lama menghadapi persoalan erosi Sungai Gangga. Sejumlah wilayah di distrik tersebut diketahui rentan terhadap perubahan alur dan pengikisan tepian sungai.

Situasi terbaru kembali memperlihatkan besarnya tekanan yang dihadapi masyarakat di kawasan bantaran. Ketika bangunan berusia puluhan hingga ratusan tahun akhirnya ikut hilang terseret sungai, perhatian terhadap perlindungan kawasan rawan erosi menjadi semakin penting.

Keruntuhan kuil juga menjadi kehilangan bagi masyarakat setempat karena bangunan tersebut tidak hanya memiliki fungsi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah dan identitas kawasan.

Warga butuh pertolongan

Ancaman terhadap rumah-rumah warga membuat langkah mitigasi menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah dan otoritas setempat perlu memastikan kawasan yang memiliki risiko tinggi dapat dipantau secara berkala, terutama ketika debit sungai meningkat.

Perlindungan masyarakat juga perlu menjadi prioritas ketika tanda-tanda erosi mulai mengancam permukiman. Evakuasi, penyediaan tempat aman, serta penanganan kawasan rawan dapat dilakukan berdasarkan tingkat risiko dan perkembangan kondisi lapangan.

Peristiwa runtuhnya kuil Siwa tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang hilangnya sebuah bangunan tua. Kejadian itu menjadi pengingat mengenai besarnya dampak erosi sungai terhadap warisan budaya sekaligus kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Dengan semakin tergerusnya tepian Sungai Gangga, kebutuhan terhadap penanganan erosi dan perlindungan warga menjadi semakin penting agar kerugian serupa tidak terus berulang (*)

Editor: Arifin BH/batasmedia99

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.