10 September 2026

Get In Touch

Diduga Dipicu Korsleting Listrik, Kerugian Kebakaran di RSSA Malang Ditaksir Capai Rp900 Juta

Direktur RSSA Malang, Dr. dr. M. Bachtiar Budianto (tengah), dalam konferensi pers, Rabu (9/9/2026).
Direktur RSSA Malang, Dr. dr. M. Bachtiar Budianto (tengah), dalam konferensi pers, Rabu (9/9/2026).

MALANG (Lentera) - Musibah kebakaran yang terjadi di ruang Dapur Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9/2026), dugaan sementara karena dipicu korsleting listrik. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp900 juta.

"Area kebakaran sekitar 300 meter persegi dengan kerugian yang timbul atas kejadian ini diperkirakan sebesar Rp900.000.000," ujar Direktur RSSA Malang, Dr. dr. M. Bachtiar Budianto, dalam konferensi pers, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.50 WIB di area Dapur Gizi RSSA. Beruntungnya, dengan sistem tanggap darurat rumah sakit atau aktivasi code red, serta bantuan dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB.

Bachtiar menjelaskan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. Namun, berdasarkan dugaan sementara, menurutnya, api berasal dari hubungan pendek arus listrik yang berada di bagian atap ruang dapur RSSA.

"Penyebab dari kebakaran sampai saat ini masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang, namun dugaan sementara berasal dari hubungan pendek arus listrik yang berada di atap ruang dapur RSSA," katanya.

Meski titik kebakaran berada di Dapur Gizi, asap dari kejadian tersebut sempat berdampak terhadap 2 lokasi ruang rawat inap, yakni ruang rawat inap khusus anak dan ruang rawat inap khusus ibu atau wanita.

Sebagai langkah antisipasi, pasien yang berada di ruang rawat inap khusus anak telah dipindahkan ke ruangan yang dinilai lebih aman dari paparan asap. Sementara pasien yang berada di ruang rawat inap khusus ibu atau wanita telah kembali seluruhnya ke ruang perawatan semula sekitar pukul 16.00 WIB.

Manajemen RSSA memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selain itu, kebakaran juga tidak memberikan dampak langsung terhadap pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tidak ada dampak langsung terhadap pasien-pasien yang sedang menjalani perawatan di RSSA," tegas Bachtiar.

Dipastikannya, kejadian kebakaran juga tidak mengganggu pelayanan kesehatan bagi pasien, baik yang sedang menjalani perawatan maupun pasien rawat jalan yang akan mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Namun, karena lokasi kebakaran berada di Dapur Gizi, RSSA menyiapkan langkah sementara untuk memastikan kebutuhan makanan pasien tetap terpenuhi. Menurut Bachtiar, penyediaan makanan pasien akan dilakukan melalui kerja sama dengan pihak katering.

"Untuk memastikan pelayanan makanan pasien tetap berjalan, sementara waktu RSSA akan bekerjasama dengan katering dengan tetap memperhatikan standar pelayanan gizi pasien," katanya. 

Lebih lanjut, menurutnya, investigasi bersama pihak kepolisian dijadwalkan dilakukan pada Kamis (10/9/2026) guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. Selain proses investigasi, manajemen RSSA juga akan mempercepat perbaikan terhadap area yang terdampak kebakaran agar operasional rumah sakit dapat kembali berjalan secara optimal. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.