10 September 2026

Get In Touch

Gunung Semeru Erupsi, Letusan Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak Mahameru pada Minggu (6/9/2026) pagi. (Ant)
Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak Mahameru pada Minggu (6/9/2026) pagi. (Ant)

LUMAJANG (Lentera) - Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak Mahameru atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada Minggu pagi (6/9/2026). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal menuju ke arah timur.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis mengatakan bahwa saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur ini pada status Level III atau Siaga. 

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik," kata Sigit, melansir antara.

Dia menandaskan bahwa saat ini dalam status siaga sehingga masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi. 

Aktivitas juga tidak boleh dilakukan pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Sigit meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Sigit.

Erupsi yang bersamaan dengan kebakaran hutan di Gunung Semeru. Sehingga kebakaran belum juga bisa dipadamkan, bahkan titik api semakin meluas. Berdasarkan data Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tercatat luas hutan yang terbakar mencapai lebih dari 3.000 hektare.

Jalur pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga sudah ditutup oleh Balai Besar TNBTS akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Semeru. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.