Cerita Lansia Lolos dari Kebakaran di Gambir Saat Shalat, Rumah Ambruk Usai Berhasil Keluar
JAKARTA (Lentera) -Insiden kebakaran hebat yang melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, menyisakan cerita dramatis bagi para korban.
Salah satunya dialami Harun (80), seorang lanjut usia (lansia) yang berhasil lolos dari maut ketika rumahnya mendadak terbakar saat ia sedang menunaikan shalat Dzuhur.
Kisah tersebut diceritakan oleh anak Harun, Eli (45), yang rumahnya hangus terbakar dalam kebakaran pada Senin (31/8/2026) siang
Eli menuturkan, saat api mulai membakar permukiman tempat tinggalnya, ayahnya tengah berada seorang diri di rumah dan sedang melaksanakan salat.
"Bapak saya lagi shalat dzuhur baru dua rakaat, tahu-tahu kok orang pada berisik. Pas dia buka pintu, udah api semua," kata Eli saat ditemui di posko pengungsian di sekitar TKP kebakaran, Selasa (1/9/2026).
Saat kejadian, Eli sedang bekerja berjualan donat di wilayah Mangga Besar, Jakarta Pusat. Sementara itu, Harun yang sudah lanjut usia hanya seorang diri di rumah.
Tanpa disadari, api merambat dengan cepat ketika Harun sedang salat dan hampir menutup seluruh akses keluar rumah.
"Posisinya habis dia salat itu langsung ngecek ke luar karena ramai banget, hampir kejebak di dalam, soalnya ternyata lantai dua sudah kebakar," ujar Eli.
Menurut Eli, rumah ayahnya yang berada di sebuah gang kecil di Jalan Batu Ceper 8 menjadi salah satu bangunan yang pertama kali tersambar api.
Sebab, rumah tersebut berada tepat di samping rumah kos yang diduga menjadi titik awal kebakaran.
Beruntung, Harun berhasil menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan seluruh bangunan.
"Ayah saya udah susah jalan, untung dia enggak kenapa-kenapa, langsung beresin salat dan keluar kabur," kata Eli.
"Enggak sampai berapa menit abis keluar, langsung ambruk yang di lantai dua. Habis semua di situ rumah saya, kalau ayah saya telat keluar sedikit aja kayaknya ya Allah enggak tahu deh," sambungnya, melansir Kompas.
Setelah mengetahui sang ayah masih selamat, Eli mengaku langsung memeluknya dan mengucapkan syukur meski rumah mereka habis terbakar.
"Ya Allah, Qadarullah ya, memang takdir Allah masih diselamatkan, alhamdulillah masih selamat, cuma memang jadinya trauma banget, gemetaran badannya," tuturnya.
Untuk memulihkan kondisi psikologisnya, Harun untuk sementara dibawa ke rumah keTangerang, Banterabatnya di wilayah n.
Eli mengatakan, dirinya tidak sempat menyelamatkan barang-barang ataupun surat berharga dari ruma
Namun, hal yang paling memukul dirinya adalah kehilangan kenangan selama puluhan tahun tinggal di rumah itu. Baca juga:
"Kenangannya aja, saya dari lahir sudah di situ, asli Betawi, anak saya aja sampai balik lagi terus, katanya ngelihatin sisa rumah, inget kenangan di rumah gitu," ujarnya.
Kini, Eli berharap pemerintah memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah warga yang hangus terbakar.
"Pengennya ya ada bantuan bangun rumah lagi, soalnya encing saya juga usaha warung, semuanya hangus, perabotannya, modal habis, enggak bisa dagang lagi, semoga ada jalan lah," tuturnya (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)

Post a comment