MAKASSAR (Lentera) - Pemukiman warga asrama TNI Mattoanging, di Jalan Kakatua dan di Jalan Cendrawasih, personel Brimob, Makassar, Sulawesi Selatan terbakar Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 13.40 WITA.
"Iya, ada watercanon yang kita kerahkan untuk membantu memadamkan kobaran api dan 30 personel," kata Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muh Ridwan, Selasa (1/9/2026).
Kadis Damkar Makassar, Fadli Wellang, mengatakan sekitar 23 petak rumah hangus terbakar. Untuk memadamkan api, setidaknya 25 armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan watercanon milik Brimob Polda Sulsel dikerahkan.
Dia menjelaskan, sebanyak 30 personel bersama 25 armada Dinas Damkar Makassar serta 1 unit armada milik TNI dikerahkan ke lokasi untuk membantu memadamkan kobaran api.
"Kita kerahkan sekitar 25 armada dengan kekuatan personel sekitar 79 orang. Sementara ini api berhasil dipadamkan. Pemadaman dibantu dari TNI - Polri," kata Fadli melansir CNNIndonesia.com.
Fadli mengatakan penyebab masih diselidiki. Namun dia mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi listrik padam. Kemudia setelah listrik menyala kebakaran.
Di satu siis, Fadli mengungkapkan proses pemadaman kebakaran sempat mengalami kendala, karena angin bertiup sangat kencang, sehingga kobaran api sempat semakin besar.
"Ini yang mempercepat terjadinya proses kebakaran. Namun, api berhasil dipadamkan satu jam kemudian," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Andi Akbar mengatakan bahwa jumlah rumah yang terbakar belum diketahui. Akibat kebakaran itu sekitar 20 kepala keluarga (KK) terdampak. "Dalam pendataan, sementara diperkirakan 20 KK," kata Andi Akbar.
Saat ini, kata Andi Akbar pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga asrama TNI Mattoanging yang terdampak dan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut. "Masih dalam pendataan dan masih dicari tahu penyebab kebakaran," ujarnya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment