SURABAYA (Lentera)– Petra Christian University (PCU) Choir mengukir prestasi di ajang Malaysian Choral Eisteddfod 2026, dengan meraih Gold Medal sekaligus menjuarai tiga kategori.
Kompetisi paduan suara internasional tersebut, berlangsung pada 19–23 Agustus 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
PCU Choir merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sekaligus tim unggulan UK Petra, meraih Juara 1 Mixed Youth Choir, Juara 2 Folklore, dan Juara 3 Equal Female Choir.
Tim yang beranggotakan 39 penyanyi dan dua conductor itu mencatatkan, nilai rata-rata 88, melampaui batas minimal 80 untuk memperoleh predikat Gold Medal.
Prestasi tersebut diraih setelah PCU Choir bersaing dengan tim-tim dari berbagai negara, di antaranya Rusia, Kosovo, Tiongkok, Hong Kong, Filipina, Singapura, Thailand, Malaysia, serta sejumlah tim lain dari Indonesia.
Pelatih PCU Choir sekaligus Project Captain, Onny Prihantono mengatakan kompetisi tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi para penyanyi, salah satunya kondisi arena yang membuat setiap detail vokal terdengar sangat jelas oleh dewan juri.
“Jarak antara penyanyi dan juri hanya sekitar dua meter, ditambah akustik ruangan yang sangat kering. Setiap desah napas dan detail vokal benar-benar diuji. Namun Puji Tuhan, kerja keras anak-anak mampu menghadirkan perpaduan suara yang rapi, jernih, dan sangat ekspresif,” ujar Onny, Selasa (1/9/2026).
Menurut Onny, pencapaian tersebut merupakan hasil dari persiapan intensif selama enam bulan. Latihan tidak hanya difokuskan pada teknik vokal, tetapi juga penguasaan materi dan interpretasi lagu yang akan dibawakan dalam kompetisi.
Sebanyak tujuh lagu dipersiapkan untuk kompetisi tersebut. Pada tahap awal, latihan dilakukan dua hingga tiga kali dalam sepekan dengan durasi tiga hingga empat jam setiap sesi. Intensitas latihan kemudian ditingkatkan menjadi lima kali dalam sepekan, dengan durasi lima hingga delapan jam per hari selama masa libur semester.
“Awalnya kami latihan dua sampai tiga kali seminggu selama tiga hingga empat jam, kemudian ditingkatkan menjadi lima kali seminggu dengan durasi lima sampai delapan jam sehari saat libur semester,” kata Onny.
Onny menjelaskan, salah satu tantangan terbesar dalam persiapan adalah membentuk tim yang solid dari para penyanyi dengan tingkat pengalaman yang beragam. Mereka harus membangun kesatuan suara, teknik, hingga interpretasi dalam waktu yang relatif singkat.
Persiapan tersebut, juga mendapat dukungan dari panitia internal serta orang tua mahasiswa. Para orang tua turut berperan dalam menggalang dukungan dan sponsor untuk keberangkatan tim ke Malaysia.
Sebelum mengikuti kompetisi, PCU Choir menggelar Pre-Competition Concert. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk menguji kesiapan tim sekaligus memperoleh dukungan dari publik sebelum tampil di tingkat internasional.
Puncak perjuangan tim terjadi, saat malam pengumuman pemenang atau awarding night. Selain merayakan prestasi sendiri, para anggota PCU Choir juga memberikan dukungan kepada tim Indonesia lainnya yang berlaga dalam kompetisi tersebut.
“Saat awarding night, euforianya luar biasa. Kami tidak hanya menangis haru atas kemenangan tim sendiri, tetapi juga bersorak bangga untuk tim Indonesia lainnya, khususnya tim adik kami, Petra Children Choir, yang juga berhasil menjadi juara,” tuturnya.
Keikutsertaan PCU Choir dalam Malaysian Choral Eisteddfod 2026 menjadi bagian dari agenda rutin dua tahunan PPMG UK Petra untuk membawa mahasiswa dan nama kampus ke kompetisi paduan suara tingkat internasional.
Program tersebut sekaligus melanjutkan tradisi PCU Choir dalam mengikuti kompetisi di luar negeri. Sebelumnya, tim tersebut juga telah mencatatkan prestasi dalam ajang paduan suara internasional di Singapura.
Reporter: Amanah/Editor: Ais




.jpg)

Post a comment