01 September 2026

Get In Touch

Pilihan Bahan Pakaian yang Nyaman Dipakai Saat Cuaca Panas

Pilihan Bahan Pakaian yang Nyaman Dipakai Saat Cuaca Panas

SURABAYA ( LENTERA ) - Cuaca panas bukan hanya membuat tubuh cepat berkeringat. Pakaian yang dikenakan juga menentukan seberapa mudah panas dan kelembapan dari tubuh dilepaskan.
Memilih baju saat suhu udara tinggi karena model atau warna saja karenanya tidak cukup. 

Jenis serat, kerapatan kain, ketebalan, kemampuan menyerap kelembapan, hingga sirkulasi udara pada kain ikut memengaruhi kenyamanan ketika pakaian bersentuhan langsung dengan kulit.

Riset mengenai kenyamanan termal pakaian menunjukkan bahwa sejumlah karakteristik tekstil—antara lain porositas, permeabilitas udara, kemampuan menyerap kelembapan, konduktivitas termal, waktu pengeringan, dan transmisi uap air—berhubungan dengan sensasi panas dan basah yang dirasakan pemakai. 

Artinya, istilah “adem” pada pakaian sebenarnya bukan sekadar soal jenis serat. Struktur dan konstruksi kain juga berperan.
Dalam kondisi panas dan lembap seperti yang umum terjadi di wilayah tropis, pakaian yang memungkinkan udara bergerak dan membantu mengelola keringat dapat menjadi pilihan lebih nyaman. Berikut lima bahan yang bisa dipertimbangkan.

Katun

Katun menjadi salah satu pilihan paling mudah ditemukan untuk pakaian sehari-hari. Serat ini memiliki kemampuan menyerap kelembapan dan banyak digunakan untuk kaus, kemeja, celana, hingga pakaian rumah.

Penelitian mengenai kain katun menunjukkan bahwa karakteristik termal kain berpengaruh terhadap kenyamanan saat dikenakan. Parameter seperti permeabilitas udara, kemampuan menyerap dan mengalirkan kelembapan, serta struktur kain ikut menentukan performanya. 

Namun, anggapan bahwa semua katun otomatis lebih dingin juga perlu diluruskan.
Katun memang dapat menyerap banyak kelembapan, tetapi ketika tubuh berkeringat deras, kain yang sudah basah bisa menjadi lebih berat dan membutuhkan waktu untuk mengering. Karena itu, untuk aktivitas fisik atau berada di luar ruangan dalam waktu lama, struktur kain dan kemampuan mengering sama pentingnya dengan jenis serat.

Penelitian mengenai pakaian moisture-wicking menunjukkan bahwa kemampuan kain memindahkan kelembapan dan permeabilitas udara dapat membantu pengaturan suhu tubuh ketika berolahraga dalam kondisi panas. 

Untuk aktivitas santai sehari-hari, katun tipis dengan tenunan yang tidak terlalu rapat dapat menjadi pilihan praktis.

Linen

Linen sering diasosiasikan dengan pakaian musim panas. Bahan ini berasal dari serat tanaman rami dan dikenal memiliki karakter ringan serta memungkinkan sirkulasi udara.
Keunggulan linen tidak hanya berasal dari seratnya, tetapi juga dari struktur kain. Penelitian tentang kain linen dengan struktur rajutan yang lebih terbuka menemukan permeabilitas udara dan uap air yang tinggi. 

Dalam penelitian tersebut, linen dengan konstruksi non-oklusif menghasilkan suhu kulit yang lebih rendah dibandingkan sejumlah kain pembanding dalam kondisi iklim panas.

Studi lain yang terbit pada 2026 juga menguji kain berbahan campuran katun-linen dan memasukkan permeabilitas udara serta konduktivitas termal sebagai indikator kenyamanan. 

Karakter linen yang mudah kusut kadang dianggap sebagai kekurangan. Padahal, untuk pakaian kasual, tekstur tersebut justru bisa memberikan kesan santai.

Kemeja linen longgar, misalnya, dapat dipadukan dengan celana berbahan ringan atau rok untuk aktivitas siang hari. Pilih konstruksi kain yang tidak terlalu tebal agar keunggulan sirkulasi udaranya tetap terasa.

Rayon

Rayon merupakan serat selulosa regenerasi yang banyak digunakan untuk membuat pakaian dengan tekstur lembut dan jatuh. Bahan ini juga cukup populer untuk blus, rok, dress, hingga hijab.

Ada bukti ilmiah yang cukup menarik mengenai rayon dalam kondisi panas dan lembap.
Sebuah penelitian yang diterbitkan Fashion and Textiles pada 2024 membandingkan hijab berbahan rayon dan poliester pada delapan perempuan yang beraktivitas dalam lingkungan hangat-lembap dan panas-kering.

Dalam kondisi 30 derajat Celsius dengan kelembapan relatif 70 persen, peserta yang mengenakan hijab rayon memiliki suhu kulit dan leher yang lebih rendah dibandingkan ketika menggunakan poliester. Mereka juga mengalami beban termal yang lebih rendah.

Peneliti mencatat bahwa rayon memiliki kemampuan penyerapan air dan permeabilitas uap air lebih tinggi dalam pengujian tersebut. Keringnya memang lebih lambat dibandingkan poliester, tetapi karakter pengelolaan kelembapan tersebut memberikan keuntungan dalam kondisi hangat-lembap.

Temuan ini relevan untuk negara seperti Indonesia yang memiliki banyak wilayah dengan iklim panas dan lembap.

Meski demikian, bukan berarti rayon selalu lebih unggul daripada semua bahan sintetis. Kenyamanan pakaian dipengaruhi pula oleh konstruksi kain, ketebalan, bentuk pakaian, aktivitas pemakai, dan kondisi lingkungan.

Chambray

Bagi yang menyukai tampilan denim tetapi tidak ingin mengenakan kain yang berat, chambray dapat menjadi alternatif.
Sekilas, chambray memang menyerupai denim karena sering menggunakan warna biru. Namun, konstruksi keduanya berbeda. 

Chambray umumnya menggunakan tenunan polos, sedangkan denim menggunakan tenunan twill. Perbedaan konstruksi ini membuat chambray umumnya lebih ringan.
Chambray juga banyak dibuat dari katun sehingga dapat digunakan untuk kemeja, rok, dress, atau jaket ringan.

Karena bobotnya lebih ringan dibandingkan denim, chambray kerap dipakai untuk pakaian cuaca hangat. Namun, sama seperti bahan lainnya, tingkat kenyamanan tetap bergantung pada berat, kepadatan tenunan, dan komposisi serat kain. 

Jadi, jika ingin mengenakan gaya denim pada siang hari, kemeja chambray dapat menjadi pilihan yang lebih ringan daripada jaket atau kemeja denim tebal.

Modal

Modal merupakan serat selulosa regenerasi yang berasal dari bahan baku kayu. Teksturnya dikenal lembut dan biasanya digunakan untuk pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit.

Produsen serat TENCEL™ Modal, Lenzing, menyebut modal memiliki karakter kelembutan dan kemampuan pengaturan kelembapan. Namun, klaim mengenai performa setiap produk tetap perlu dilihat dari konstruksi kain dan proses produksinya, bukan semata-mata dari nama seratnya. 

Karena itu, klaim bahwa modal secara umum “menyerap kelembapan 50 persen lebih baik daripada katun” sebaiknya tidak digunakan tanpa konteks penelitian yang secara langsung membandingkan kedua material tersebut.

Yang lebih aman adalah menyebut modal sebagai salah satu pilihan untuk pakaian ringan yang membutuhkan sensasi lembut dan pengelolaan kelembapan.

Untuk pakaian rumahan, kaus, pakaian dalam, atau busana kasual, modal dapat memberikan rasa nyaman terutama ketika dipadukan dengan konstruksi kain yang ringan.

Memilih pakaian untuk cuaca panas tidak berhenti pada membaca label bahan.
Konstruksi kain menjadi faktor penting. Dua pakaian sama-sama berbahan katun, misalnya, bisa memberikan sensasi berbeda jika yang satu tipis dan berpori sementara lainnya tebal dan rapat.

Penelitian tentang kenyamanan termal tekstil memang menunjukkan bahwa jenis serat, porositas, permeabilitas udara, kemampuan menyerap kelembapan, hingga waktu pengeringan dapat memengaruhi kenyamanan pemakai.

Model pakaian juga perlu diperhatikan.
Pakaian yang terlalu ketat dapat mengurangi ruang bagi udara untuk bergerak di antara kulit dan kain. Sebaliknya, pakaian yang lebih longgar atau memiliki ventilasi dapat membantu sirkulasi udara di sekitar tubuh.
Cleveland Clinic, misalnya, menyarankan pakaian yang longgar atau memiliki ventilasi untuk aktivitas fisik saat cuaca panas. Untuk olahraga, mereka juga merekomendasikan material yang membantu memindahkan kelembapan agar proses penguapan keringat lebih efektif. (far,ist/dya)

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.