28 August 2026

Get In Touch

Ubaya Salurkan Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT

Tiga alumni Ubaya yakni Anty (tiga dari kiri), Ida Herawati (empat dari kanan), dan Muhammad Musa Kakajodho (tiga dari kanan) menyerahkan bantuan ke korban terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo, NTT. (Dok. Humas Ubaya)
Tiga alumni Ubaya yakni Anty (tiga dari kiri), Ida Herawati (empat dari kanan), dan Muhammad Musa Kakajodho (tiga dari kanan) menyerahkan bantuan ke korban terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo, NTT. (Dok. Humas Ubaya)

SURABAYA (Lentera)– Universitas Surabaya (Ubaya) tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), tetapi juga menyiapkan pendampingan psikososial dan kesehatan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Bantuan tahap pertama dikirimkan pada Rabu (26/8/2026) dan menyasar tiga wilayah terdampak, yakni Kabupaten Nagekeo sebagai salah satu wilayah yang berada di sekitar pusat gempa, Desa Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, serta Dusun Ndilek, Desa Wejang Mawe, Kecamatan Lamba Leda.

Ratusan paket bantuan yang didistribusikan berisi berbagai kebutuhan mendesak warga terdampak bencana. Di antaranya terpal untuk tenda darurat, makanan dan minuman instan, perlengkapan mandi dan tidur, sembako, kebutuhan anak-anak dan perempuan, hingga obat-obatan.

Bantuan tersebut dihimpun melalui platform SatuJiwa yang bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Surabaya (IKA Ubaya). Penggalangan donasi berlangsung sejak 17 Agustus hingga 31 Oktober 2026.

Rektor Ubaya, Benny Lianto, mengatakan gerakan tersebut menjadi bagian dari penerapan nilai budaya Ubaya, yakni caring community. Nilai tersebut diwujudkan melalui kepedulian dan keterlibatan seluruh keluarga besar kampus dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi darurat akibat bencana.

“Kepedulian terhadap sesama manusia merupakan nilai yang selalu ditanamkan di Ubaya. Melalui platform SatuJiwa, seluruh keluarga besar Ubaya, baik dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni terpanggil untuk membantu saudara-saudari kita yang terdampak bencana gempa di NTT,” ungkapnya, Jumat (28/8/2026).

Menurut Benny, respons terhadap bencana tidak berhenti pada pengiriman bantuan logistik. Tim SatuJiwa yang melibatkan civitas academica dan IKA Ubaya juga mengoordinasikan distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat di lokasi yang terdampak.

Setelah bantuan tahap pertama tersalurkan, Ubaya menyiapkan bantuan tahap kedua dengan fokus pada pemulihan kondisi psikososial dan kesehatan masyarakat pascabencana.

Program lanjutan tersebut akan melibatkan tim pendampingan yang berkolaborasi dengan berbagai fakultas di Ubaya, tenaga medis dari Rumah Sakit (RS) Ubaya, serta alumni Ubaya.

Ubaya juga melakukan pemetaan terhadap kondisi mahasiswa asal NTT yang turut terdampak gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan mahasiswa sehingga dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.