SURABAYA (Lentera) — Upaya memperluas akses pendidikan bermutu terus dilakukan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang menyasar sejumlah wilayah dengan tantangan geografis dan layanan pendidikan. Di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, program tersebut diperkuat melalui pendampingan pembelajaran yang melibatkan tenaga profesional dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi salah satu LPTK yang mendapat mandat mendukung pelaksanaan SNT dengan menyiapkan dan mendampingi Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP). Para pendamping dipersiapkan agar memiliki kompetensi akademik, profesional, serta kemampuan beradaptasi sebelum menjalankan tugas di sekolah sasaran.
Program SNT di Kabupaten Kupang dan Kota Tidore Kepulauan merupakan bagian dari 17 lokasi penyelenggaraan SNT di Indonesia. Pada tahap awal, program menyasar jenjang SMP dan SMA dengan masing-masing dua rombongan belajar.
TPP tidak hanya bertugas mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga membantu sekolah mengembangkan inovasi pembelajaran, memanfaatkan teknologi pendidikan, serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai unsur di lingkungan sekolah.
Ketua Tim Program SNT LPTK Unesa, Mochamad Nursalim, mengatakan kesiapan para pendamping menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program.
"Para TPP ini telah melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kompetensi bidang studi, kemampuan komunikasi dan kolaborasi, hingga kesiapan beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka ditugaskan," ucapnya, Kamis (27/8/2026).
Sementara itu, Anggota Tim Seleksi TPP, Yes Matheos Lasarus Malaikosa, mengatakan seluruh TPP yang dinyatakan lolos telah mengikuti proses seleksi dan memenuhi persyaratan sesuai bidang tugas masing-masing.
“Seluruh TPP yang dinyatakan lulus telah mengikuti proses seleksi secara objektif. Para TPP telah memenuhi persyaratan, memiliki kompetensi sesuai bidang studi, dan dinilai layak melaksanakan tugas pendampingan pembelajaran di lokasi SNT masing-masing,” ujarnya.
Koordinator Pendampingan SNT Kabupaten Kupang, Andi Kristanto, mengatakan Program SNT dirancang dengan pendekatan terintegrasi. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan inovasi pembelajaran.
“Program SNT selaras dengan prioritas pemerintah dalam mewujudkan pemerataan mutu pendidikan. Program ini menggunakan pola baru yang mengintegrasikan penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta inovasi pembelajaran. Pola tersebut diharapkan menghasilkan dampak yang berkelanjutan,” jelasnya.
Hasil monitoring pelaksanaan SNT di Kabupaten Kupang dan Kota Tidore Kepulauan menunjukkan respons positif dari TPP, guru, maupun peserta didik. Sebelum menjalankan tugas, para TPP juga telah mengikuti pelatihan sebagai bagian dari persiapan pendampingan di sekolah sasaran.
Para TPP turut mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Koordinator Monitoring SNT Kabupaten Kupang, Kartika Rinakit Adhe, mengatakan kesiapan dan antusiasme TPP menjadi modal penting dalam pelaksanaan program.
“Para TPP menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi selama mengikuti pelatihan. Para TPP juga telah mendukung dan melaksanakan kegiatan MPLS dengan lancar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkapnya.
Melalui Program SNT, pemerintah diharapkan dapat memperkuat kualitas proses pembelajaran sekaligus membangun budaya belajar di sekolah sasaran. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bermutu bagi peserta didik di wilayah yang menghadapi tantangan layanan pendidikan.
Upaya tersebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 atau SDG-4 tentang pendidikan bermutu dan inklusif, sekaligus mendukung penyiapan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment