23 August 2026

Get In Touch

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 400 Meter

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terekam dari CCTV PVMBG. (foto:ist/Ant/PVMBG)
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terekam dari CCTV PVMBG. (foto:ist/Ant/PVMBG)

LAMPUNG SELATAN (Lentera) - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan kembali mengalami erupsi, dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, pada Sabtu (22/8/2026) siang.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 11.57 WIB. Kolom abu keluar dari kawah berwarna kelabu hingga hitam, dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.

Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf, dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan berlangsung selama 139 detik atau sekitar 2 menit 19 detik.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno mengatakan peningkatan aktivitas vulkanik tersebut terus dipantau secara intensif, melalui pengamatan visual maupun instrumental untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan.

“Iya benar, hari ini kembali telah terjadi erupsi pada pukul 11.57 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal,” ujarnya di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa melansir Antara.

Ia menjelaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif sehingga potensi erupsi susulan masih dapat terjadi. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Selat Sunda diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan Badan Geologi melalui PVMBG.

Menurutnya, peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pada awal Juli menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). 

Meski demikian, aktivitas gunung api tersebut masih berada dalam kategori yang dapat dipantau dengan penerapan langkah mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG.

Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau tidak beraktivitas dalam radius yang telah direkomendasikan oleh otoritas vulkanologi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.

“Nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau,” ucapnya.

Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.

Dia juga menegaskan, bahwa masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.