SURABAYA (Lentera) – Fakultas Teknik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FT-UWKS) menghilirkan hasil penelitian menjadi produk minuman bunga telang melalui kolaborasi dengan SLB Harapan Bunda Surabaya. Inovasi tersebut menghasilkan dua produk, yakni minuman bunga telang siap minum (ready-to-drink) dan wedang telang siap seduh.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian FT-UWKS, Ir. Tri Rahayuningsih, M.A. Saat peluncuran produk pada Rabu (19/8/2026) dijelaskan bila bunga telang (Clitoria ternatea) yang dikenal dengan warna birunya cocok dikembangkan menjadi produk minuman praktis dengan nilai tambah.
Selain menjadi bagian dari hilirisasi penelitian, pengembangan produk tersebut juga melibatkan siswa SLB Harapan Bunda Surabaya sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pemberdayaan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada tahapan pengembangan produk, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, pelabelan hingga pemasaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengenalan kewirausahaan bagi siswa.
Tri Rahayuningsih mengatakan hilirisasi penelitian penting dilakukan agar hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti pada laporan maupun publikasi ilmiah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian perguruan tinggi tidak harus berhenti pada laporan atau publikasi ilmiah. Hasil riset dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih dekat dengan masyarakat dan memiliki nilai tambah. Yang lebih penting, proses ini kami lakukan bersama siswa SLB agar mereka mendapatkan ruang untuk belajar, berkreasi, dan mengenal kewirausahaan,” kata Tri.
Menurutnya, kolaborasi tersebut masih memiliki peluang untuk terus dikembangkan, baik dari sisi peningkatan kualitas produk maupun penguatan kemasan, branding, dan strategi pemasaran.
Dekan Fakultas Teknik UWKS, Dr. Ir. Anang Kukuh Adisusilo, S.T., M.T., menyambut positif hilirisasi hasil penelitian tersebut. Ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendorong hasil riset agar dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Penelitian tidak cukup hanya menghasilkan publikasi, tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Produk bunga telang ini menarik karena mempertemukan teknologi pangan, pendidikan, pemberdayaan, dan kewirausahaan dalam satu kegiatan,” ujarnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Sementara itu, Pimpinan SLB Harapan Bunda Surabaya, Satria Wicaksana, S.Pd., mengapresiasi keterlibatan siswa dalam pengembangan produk hasil penelitian tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal proses produksi dan pengembangan sebuah produk.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Mereka tidak hanya belajar secara teori, tetapi dapat melihat dan terlibat langsung dalam proses bagaimana sebuah produk dibuat dan dikembangkan. Kami berharap kerja sama dengan UWKS dapat terus berlanjut dalam produksi, pelatihan, pemasaran, dan pengembangan kewirausahaan siswa,” kata Satria.
Ke depan, produk minuman bunga telang tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui peningkatan mutu, desain kemasan, penguatan merek, hingga pemasaran digital. Model kewirausahaan yang melibatkan siswa dan mitra SLB juga diharapkan dapat menjadi bagian dari keberlanjutan program.
Kolaborasi FT-UWKS dan SLB Harapan Bunda Surabaya menjadi salah satu upaya membawa hasil penelitian keluar dari ruang akademik. Hilirisasi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, kreativitas, dan pemberdayaan melalui inovasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Editor: Widyawati/rls




.jpg)

Post a comment