21 August 2026

Get In Touch

Terjadi 3.752 Gempa Susulan di NTT, Pengungsi Meningkat, Korban Meninggal Bertambah

Jumlah pengungsi akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di NTT terus bertambah. (ist)
Jumlah pengungsi akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di NTT terus bertambah. (ist)

SURABAYA (Lentera) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 3.752 kali gempa. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengungsi warga bertambah mencapai 92.735 jiwa. Jumlah tersebut bertambah 33.088 jiwa dari jumlah yang awalnya 59.647 jiwa. Jumlah korban meninggal juga bertambah menjadi 75 jiwa.

“Hingga hari ini, Kamis 20 Agustus 2026, yaitu pada pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat, total jumlah gempa susulan sudah mencapai 3.752 kali,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, Kamis (20/8/2026).

Kekuatan gempa mulai dari besar hingga yang rendah. "Warga mengungsi karena kerap gempa susulan. Warga khawatir dengan gempa susulan yang masih dirasakan penduduk," kata Berton Panjaitan, dalam keterangan pers secara virtual di Youtube BNPB, Kamis (20/8/2026).

Berton mengatakan jumlah penambahan pengungsian paling banyak berada di Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa, Manggarai 9.649 jiwa dan Manggarai Barat 1.556 jiwa. Berton mengimbau warga untuk waspada dengan gempa susulan.

“Gempa ini terus dirasakan besar maupun kecil, kami dari pagi merasakan gempa susulan besar pada pukul 10.47WIB , gempa M 5,7. Dengan masih banyak gempa susulan tergolong besar, masyarakat tetap waspada dan siap siaga,” katanya.

Berton menyampaikan dampak lain dari gempa yakni jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 75 orang dari sebelumnya 71 orang atau ada penambahan empat korban. Rincian penambahan korban meninggal dunia adalah Kabupaten Sikka dua orang, Manggarai dua orang dan Nagekeo satu orang.

Sementara itu, korban luka juga mengalami peningkatan menjadi 907 jiwa dari sebelumnya 898 jiwa. Adapun jumlah rumah rusak mencapai 36.163 unit atau bertambah 7.187.

Ia mengatakan pemerintah terus mengirimkan bantuan logistik terutama sembako untuk korban terdampak gempa. Total bantuan yang telah dikirim ke NTT mencapai 167 ton.

Bantuan dikirim dari pos pendukung nasional yang di pusatkan di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Selanjutnya bantuan dikirim ke Bandara Labuan Bajo dan Manggarai.

“Hari ini kami kirim 42 ton dan 60 ton. Sehingga total yang dikirim hari ini 102 ton,” jelasnya melansir RRI.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipulhayat, mengatakan sektor pendidikan terdampak gempa. Ia menyebut ruang kelas yang mengalami kerusakan parah mencapai 63, 7 persen atau 5.521 unit dari 8.664 ruang kelas.

“Gempa bumi terdampak kepada 1.378 satuan pendidikan, dengan 502 sekolah diantaranya rusak berat di 7 kabupaten. Yang meliputi 177. 668 murid; dan 21.166 guru dan tenaga kependidikan,” katanya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.