18 August 2026

Get In Touch

Korban Sipil Meningkat, PBB Desak Semua Pihak Meredakan Ketegangan di Yaman

 Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk. (Anadolu)
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk. (Anadolu)

SURABAYA (Lentera) - Meningkatnya korban sipil di tengah eskalasi permusuhan di Yaman menarik keprihatinan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk, Senin (17/8/2026).  Ia mendesak seluruh pihak menahan diri dan segera meredakan ketegangan.

Menurut Kantor Hak Asasi Manusia PBB, sedikitnya 17 korban sipil akibat serangan Ansar Allah telah dilaporkan di wilayah yang dikuasai pemerintah sejak 6 Agustus. Sementara itu, dua korban tercatat di wilayah yang dikuasai Ansar Allah pada akhir Juli.

“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk meredakan ketegangan dan menyelamatkan rakyat Yaman dari penderitaan yang lebih besar,” kata Turk melansir Anadolu.

Pada 7 Agustus, sebuah rudal yang diluncurkan Ansar Allah menghantam kamp pengungsi internal Jaw al-Naseem di Marib dan melukai enam warga sipil, termasuk seorang anak.

Kemudian, serangan rudal dan drone terhadap Pelabuhan Al-Mokha di Provinsi Taiz pada 9 Agustus menewaskan tiga pekerja pelabuhan dan melukai empat lainnya. Kantor PBB juga sedang memverifikasi laporan mengenai serangan lanjutan terhadap pelabuhan tersebut pada 14 dan 15 Agustus yang kemungkinan menimbulkan korban sipil.

Di satu sisi, sebuah serangan terhadap kapal kargo di Selat Bab el-Mandeb pada 11 Agustus dilaporkan menewaskan empat awak kapal, terdiri dari tiga warga Pakistan dan satu warga Indonesia, serta melukai sejumlah awak lainnya.

Sejumlah fasilitas sipil juga dilaporkan terkena serangan, termasuk fasilitas penyimpanan bahan bakar dan kompleks tempat tinggal di Rumah Sakit Lapangan Saudi di Mokha.

Ia memperingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat membawa Yaman kembali ke konflik berskala penuh. “Semua pihak harus mematuhi hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia,” kata Turk. 

Ia mendesak seluruh pihak untuk tidak melakukan serangan terhadap warga sipil maupun objek sipil.

Turk memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil berisiko memperburuk penderitaan masyarakat Yaman. Saat ini, sedikitnya 18 juta orang di negara tersebut sudah menghadapi kerawanan pangan. “Serangan-serangan ini harus segera dihentikan,” tegasnya. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.