12 August 2026

Get In Touch

Dam Irigasi Rusak Puluhan Tahun, Petani Craken Urunan Beli Semen dan Pasir

Petani Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Trenggalek, bergotong royong memperbaiki cek dam irigasi yang rusak secara swadaya agar aliran air tetap mengairi lahan pertanian saat musim kemarau
Petani Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Trenggalek, bergotong royong memperbaiki cek dam irigasi yang rusak secara swadaya agar aliran air tetap mengairi lahan pertanian saat musim kemarau

TRENGGALEK (Lentera) -Petani di Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, terpaksa turun tangan memperbaiki cek dam irigasi yang rusak selama puluhan tahun. Perbaikan dilakukan secara swadaya agar aliran air tetap dapat mencapai sawah saat musim kemarau, sementara para petani berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara permanen.

Aksi gotong royong tersebut dilakukan anggota Kelompok Tani Tekad Maju dan Kelompok Tani Melati Idaman di Sungai Besar, RT 06 RW 02, Dusun Krajan, Desa Craken, Selasa (11/8/2026).

Koordinator kedua kelompok tani, Usup, mengatakan petani mengumpulkan iuran untuk membeli material berupa semen dan pasir. Mereka kemudian melakukan kerja bakti memperbaiki bagian cek dam yang mengalami kerusakan.

"Petani melakukan kerja bakti dan iuran swadaya untuk membeli semen dan pasir agar air bisa kembali dialirkan untuk mengairi sawah pada musim kemarau," kata Usup.

Menurut Usup, cek dam tersebut memiliki peran penting karena selama ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian warga. Namun, kerusakan yang telah berlangsung puluhan tahun membuat fungsi bangunan pengairan itu tidak optimal.

Terlebih ketika memasuki musim kemarau dan debit air Sungai Besar mulai menurun. Kondisi tersebut menyebabkan air kesulitan masuk ke saluran menuju lahan pertanian.

"Kerusakan cek dam ini sudah puluhan tahun dan belum kunjung diperbaiki. Akibatnya, ketika musim kemarau tiba, air tidak bisa masuk ke sawah petani," ujarnya.

Karena kebutuhan air untuk pertanian tidak dapat ditunda, para petani memilih melakukan perbaikan dengan kemampuan sendiri. Langkah tersebut menjadi solusi sementara supaya pengairan lahan pertanian tetap berjalan.

Usup menyebut keberadaan cek dam tersebut berkaitan dengan pengairan lahan pertanian hingga puluhan hektare, termasuk tanah kas desa.

"Harapan kami dam ini segera diperbaiki karena mengairi sawah puluhan hektare milik petani dan tanah kas desa," tuturnya.

Meski demikian, perbaikan yang dilakukan petani saat ini belum menyelesaikan kerusakan secara menyeluruh. Mereka berharap pemerintah turun tangan melakukan rehabilitasi secara permanen sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi setiap musim kemarau.

"Perbaikan yang kami lakukan ini hanya sementara, yang penting air bisa kembali mengalir ke sawah," pungkas Usup.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.