11 August 2026

Get In Touch

Polisi Ungkap Fakta Baru Keberadaan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel

Ruang ditemukannya ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ruang ditemukannya ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

JAKARTA (Lentera) - Fakta temuan ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mulai terkuat. Polisi mengungkap fakta baru berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi bahwa keberadaan ratusan senjata itu bermula dari kerja sama antara pihak Yayasan Harapan Ibu dengan PT Lokta Karya Perbakin.

"Keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara Yayasan Harapan Ibu dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Selasa (11/8/2026).

Kendati demikian, Budi menyebut pihaknya masih mendalami keterangan dari para saksi. Termasuk, mendalami soal legalitas hingga penyimpanan senjata tersebut. "Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap legalitas, kepemilikan, penyimpanan, serta penggunaan barang-barang tersebut," ucapnya melansir CNNIndonesia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku pemilik senjata, Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan itu legal dan berizin. "Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid.

Alhadid juga menyebut ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di lokasi itu sejak tahun 2020. Kata dia, senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

Namun, kata Alhadid, karena pembina berinisial S ini meninggal dunia pada tahun 2022, maka ekstrakurikuler menembak di sekolah itu sudah tidak lagi berjalan. Belakangan, pihak sekolah membantah ada ekstrakulikuler menembak di sekolah tersebut.

Sementara itu, pada Senin (10/8/2026) kemarin, Polres Metro Jakarta Selatan dan Puslabfor Polri kembali melakukan olah TKP dan memeriksa tiga ruangan di yayasan sekolah itu. Tiga ruangan itu yakni ruang kerja eks ketua pengurus, ruang kerja eks sekretaris, dan ruang sarpras.

Dalam olah TKP itu polisi kembali menemukan sejumlah barang bukti. Yakni, satu buah airsoft gun, 117 butir peluru berbagai kaliber dengan rincian 21 butir kaliber 32 S&W, 19 butir kaliber 380 Auto, 34 butir kaliber 38 Special, 18 butir kaliber 22 WMR, dan 25 butir kaliber 9x19 mm Luger.

Selain itu ditemukan 166 selongsong kaliber 22, 5 magazine kaliber 9 mm, 2 recoil spring, 2 botol green gas, 2 tabung gas CO2, 2 wadah peluru mimis, serta sejumlah spare part dan aksesoris.

"Untuk total keseluruhan barang masih dilakukan pendataan dan pencocokan oleh penyidik, selanjutnya dikoordinasikan dengan Wasendak Polda Metro Jaya untuk penitipan dan pemeriksaan lebih lanjut," tutur Budi. (*)

 

Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.