09 August 2026

Get In Touch

Penembakan Warnai Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Orang Luka

Aparat Kepolisian mengevakuasi pengunjung Festival Budaya Lembah Baliem pasca insiden penambakan oleh orang tak dikenal (Foto: RRI)
Aparat Kepolisian mengevakuasi pengunjung Festival Budaya Lembah Baliem pasca insiden penambakan oleh orang tak dikenal (Foto: RRI)

JAYAPURA (Lentera) - Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke 34, tahun 2026, di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, diwarnai penembakan oleh orang tak dikenal di sekitar lokasi pelaksanaan pada Sabtu (8/8/2026). Gangguan tersebut mengakibatkan dua orang terluka.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan peristiwa itu terjadi Sabtu (8/8/2026)), sekitar pukul 12.45 WIT. Dari hasil penyelidikan, penembakan mengenai sebuah kendaraan yang hendak memasuki lokasi kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem. 

Akibatnya dua orang yang berada dalam kendaraan menjadi korban penembakan. Kedua korban telah dievakuasi oleh aparat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena untuk mendapatkan perawatan. Kondisi keduanya disebut dalam keadaan sadar penuh.

“Benar telah terjadi penembakan oleh orang tak dikenal terhadap salah satu kendaraan yang akan memasuki lokasi kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem. Korban masing masing atas nama Laode Muhammad Kojo (43), yang terkena tembakan di lutut kanan dan korban kedua adalah atas nama Salbiyah (50) yang terkena tembakan punggung kanan, dan paha kanan,” kata Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito, melansir RRI.

Saat itu, kedua korban berada di dalam mobil dan hendak memasuki gerbang lokasi festival. Kemudian dalam waktu tersamaan ada tembakan datang dari arah sebelah kanan kendaraan dan mengenai bagian samping.

Setelah peritiwa itu aparat gabungan TNI-Polri langsung melakukan pengamanan lokasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Aparat juga melakukan pengejaran untuk melacak keberadaan pelaku yang melarikan diri setelah melakukan penembakan.

Cahyo Sukarnito menyebut situasi di lokasi kejadian maupun di sekitar Kota Wamena telah dapat dikendalikan. Meski demikian, aparat masih melakukan upaya pengejaran dan upaya pengungkapan terhadap pelaku.

FBLB ke-34 tahun 2026 ini digelar pada 7–10 Agustus 2026 di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. FBLB merupakan festival tahunan terbesar di wilayah Papua Pegunungan yang menjadi ajang untuk menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi dari berbagai suku besar seperti Dani, Lani, Yali, dan suku-suku lainnya. Acara ini sejatinya mengusung pesan perdamaian dan persaudaraan antarsuku.

Festival yang pertama kali digelar pada 1989 tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata internasional dari Papua Pegunungan. Ribuan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, datang setiap tahunnya ke Wamena untuk menyaksikan acara ini, terutama atraksi Tari Perang yang menjadi daya tarik utama.

Disinggung terkait kelanjutan Festival FBLB, Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito menjelaskan bahwa saat ini, Polres Jayawijaya telah menyampaikan masukan kepada pemerintah daerah agar kegiatan dihentikan sementara. Namun, keputusan mengenai kelanjutan kegiatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah dan panitia penyelenggara.

"Kapolres sudah menyampaikan masukan karena fokus pada pengejaran dan pengungkapan dari peristiwa ini, namun sampai saat ini kami masih menunggu keputusan Pemda setempat dan panitia,” tutur Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito.

Polda Papua melalui Polres Jayawijaya bersama aparat gabungan TNI-Polri, hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, serta pendalaman untuk mengungkap motif dan kronologi penembakan tersebut. (*)


Editor: Lutfiyu handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.