06 August 2026

Get In Touch

Sri Mulyani Pimpin Pendanaan Bank Dunia untuk Negara Miskin 

Sri Mulyani.
Sri Mulyani.

SURABAYA (Lentera) - Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mendapat tugas dari Bank Dunia (World Bank) menjadi Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) dalam proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director dan Chief Knowledge Officer WBG.

"Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan bagi IDA22 di kalangan negara donor maupun negara peminjam," tulis rilis resmi Bank Dunia, mengutip CNBCIndonesia Rabu (5/8/2026).

Bank Dunia menyebut, Sri Mulyani terpilih dari daftar kandidat pendek (shortlist) melalui proses seleksi yang dilakukan oleh komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara peminjam.

Bank Sunia menilai Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional. Saat ini, ia menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di University of Oxford.

"Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia dan juga sebagai Managing Director serta Chief Operating Officer WBG, yang memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan dan pembiayaan multilateral," tulis Bank Dunia.

Bahkan, Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.

IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah.

"Sri Mulyani akan memimpin bersama proses replenishment IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia," kata Bank Dunia dalam keterangan resmi di Washington AS melansir CNNIndonesia.

Dalam tugas barunya, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan sekaligus pendanaan IDA22 dari negara-negara donor maupun negara peminjam.

Melalui IDA, negara-negara penerima memperoleh pinjaman berbunga nol atau rendah serta hibah untuk mendanai proyek dan program yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan, dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat miskin di seluruh dunia.

Pertemuan pengisian kembali dana IDA (IDA replenishment) umumnya dilaksanakan setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru bagi IDA, yaitu dana Bank Dunia yang diperuntukkan bagi negara-negara termiskin, sekaligus menjadi forum bagi para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan IDA.

Sejak IDA18, proses pengisian kembali dana IDA dipimpin oleh dua ketua bersama (co-chairs), yang terdiri dari seorang tokoh independen dengan pengetahuan memadai mengenai bank pembangunan multilateral serta seorang perwakilan tingkat tinggi WBG yang ditunjuk oleh Presiden Bank Dunia.

Sejak tahun 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk investasi di 115 negara. Siklus pengisian kembali dana IDA22 akan secara resmi diluncurkan dalam Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Sementara itu, pertemuan akhir untuk komitmen pendanaan (pledging meeting) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027. IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga tahun 2031. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.