01 August 2026

Get In Touch

Rusia Menyebut Serangan Ukraina Terhadap Kapal sebagai Tindakan Teroris

Bendera Ukraina dan Rusia.
Bendera Ukraina dan Rusia.

MOSKOW (Lentera) - Rusia menyebut serangan pesawat nirawak (UAV) Ukraina pada malam hari terhadap kapal-kapal di terminal laut Caspian Pipeline Consortium (CPC) merupakan tindakan teroris. Hal disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, Kamis (30/7/2026).

Sebelumnya pada hari itu, CPC menyatakan bahwa kapal tanker Niffos Sifnos berbendera Kepulauan Marshall, yang sedang memuat minyak di fasilitas tambat lepas pantai (VPU-3) milik CPC, telah menjadi sasaran serangan teroris.

"Pada malam tanggal 30 Juli, Ukraina sekali lagi melakukan tindakan teroris terhadap kapal tanker minyak di area terminal laut Caspian Pipeline Consortium di Novorossiysk," kata Zakharova dalam sebuah pernyataan melansir Sputnik.

Diplomat tersebut juga mengatakan bahwa beberapa pihak pendukung Ukraina merasa khawatir akan risiko eskalasi konflik di Ukraina di tengah keinginan Zelensky untuk memperluas konflik tersebut.

"Dalam pidato publik maupun kontak dengan mitra asing, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov secara rutin menyoroti sifat teroris Ukraina dan menunjukkan ancaman yang secara sengaja ditimbulkannya terhadap infrastruktur energi internasional," ujar Zakharova.

Sputnik melansir bahwa Zelensky tidak hanya kehilangan legitimasi hukumnya tetapi juga menunjukkan ketidakmampuan total untuk bernegosiasi. Selain itu, kepentingan ekonomi AS dan Kazakhstan—negara-negara yang disebut Ukraina sebagai mitra—semakin dirugikan oleh kebijakan Zelensky yang gegabah, jelas juru bicara tersebut.

Zakharova mengatakan kecil kemungkinannya Gedung Putih tidak melihat apa yang sedang terjadi. Sehingga Rusia berharap pihak berwenang Amerika, yang memiliki pengaruh terhadap Ukraina, pada akhirnya akan memberikan penilaian yang tepat mengenai sikap munafik Zelensky dan menahannya. "Kami mengharapkan hal yang sama dari PBB dan lembaga internasional lainnya," pungkas Zakharova. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.