31 July 2026

Get In Touch

UK Petra Rayakan 30 Tahun iCOP, Mahasiswa 9 Negara Bangun Desa di Mojokerto

Peserta iCOP 2026 UK Petra saat mengeringkan biji kopi di Desa Dilem. (Amanah/Lentera)
Peserta iCOP 2026 UK Petra saat mengeringkan biji kopi di Desa Dilem. (Amanah/Lentera)

MOJOKERTO (Lentera) -Selama tiga dekade, Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya konsisten menghadirkan pengabdian kepada masyarakat melalui program International Community Outreach Program (iCOP).

Memasuki tahun ke-30 penggaraan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional tersebut tak hanya berkontribusi terhadap pembangunan desa, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter mahasiswa sebagai warga global yang peduli terhadap sesama.

Tahun ini, iCOP kembali digelar di Kabupaten Mojokerto dengan mengusung tema "Transforming Society".

Program berlangsung pada 13 Juli hingga 7 Agustus 2026 dan melibatkan 124 peserta, terdiri atas 57 mahasiswa Indonesia serta 67 mahasiswa asing dari Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Singapura, Belanda, dan Taiwan. Mereka berasal dari sembilan perguruan tinggi dan ditempatkan di enam dusun di Kecamatan Pacet dan Gondang.

Rektor UK Petra, Prof. Dr.(H.C.) Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng., mengatakan iCOP telah menjadi salah satu program unggulan kampus yang terus dipertahankan karena memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa.

"Ini sudah memasuki tahun ke-30. Dari tahun ke tahun memang selalu ada dinamika, tetapi secara umum dampaknya luar biasa. Mahasiswa yang mengikuti program ini untuk pertama kalinya mengaku sangat antusias karena mendapatkan pengalaman yang berbeda," ujarnya saat ditemui di Mojokerto, Kamis (30/7/2026).

Menurut Rolly, salah satu tujuan utama iCOP adalah membentuk pola pikir global citizenship atau kewargaan global. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dari berbagai negara diajak memahami bahwa perbedaan agama, bangsa, maupun budaya bukanlah penghalang untuk saling membantu.

Rolly mengungkapkan, respons masyarakat terhadap program tersebut sangat positif. Bahkan sejumlah kepala desa berharap iCOP dapat kembali dilaksanakan di wilayah mereka pada tahun-tahun mendatang.

Beberapa kepala desa menyampaikan harapan agar program ini bisa kembali digelar tahun depan. Kabupaten Mojokerto masih sangat luas sehingga masih banyak desa yang bisa merasakan manfaat yang sama," ucapnya.

Ia memastikan UK Petra akan terus melanjutkan program iCOP selama tidak ada kendala luar biasa seperti pandemi COVID-19 yang sempat menghentikan pelaksanaannya.

"Program ini pasti akan terus dilanjutkan. Saat pandemi memang sempat vakum, tetapi selama kondisi memungkinkan, iCOP akan tetap menjadi program unggulan UK Petra," tegasnya.

Sementara di Dusun Podorejo, fokus kegiatan diarahkan pada pengelolaan sampah melalui peresmian bank sampah dan tempat penampungan sementara (TPS), serta pelayanan kesehatan gigi gratis bagi anak-anak yang melibatkan Fakultas Kedokteran Gigi UK Petra.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.