31 July 2026

Get In Touch

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Usulkan Karang Taruna jadi Mentor Wirausaha Pemuda

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa

SURABAYA (Lentera) – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa mengusulkan Karang Taruna mengambil peran, sebagai mentor kewirausahaan bagi generasi muda.

Usulan itu disampaikannya saat menggelar reses, di Jalan Pucangan IX No. 14, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Selasa malam (28/7/2026).

Gagasan tersebut mengemuka setelah perwakilan Karang Taruna menyampaikan, aspirasi terkait dukungan terhadap kegiatan kepemudaan, termasuk penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda.

Yordan mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya wirausaha baru, bahkan dapat diakses masyarakat mulai usia 17 tahun.

"Kami mendorong teman-teman Karang Taruna dan anak-anak muda ini untuk meningkatkan semangat kewirausahaan. Karena dari Pemprov sendiri juga ada bantuan yang bisa digunakan untuk wirausaha dan itu bisa mulai usia 17 tahun,” ungkapnya.

Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, Karang Taruna memiliki posisi strategis untuk mendampingi para pemuda yang ingin memulai usaha. Dengan pendampingan tersebut, pelaku usaha pemula dapat saling berbagi pengalaman, saling mengingatkan, dan saling mendukung agar usahanya terus berkembang.

"Kami usulkan Karang Taruna ini menjadi mentor pendamping. Sehingga usaha yang dilakukan oleh anak-anak muda ini bisa berhasil. Karena kalau mereka saling menguatkan, saling membantu, saling mendukung, kita harapkan usahanya tidak berhenti di tengah jalan,” katanya.

Terkait kendala permodalan, Yordan menilai persoalan utama bukan terletak pada akses modal, melainkan pola pikir dan kemauan untuk berkembang.

"Kalau terkait permodalan misalnya, ada Bank Surya Artha Utama atau Bank Suroboyo yang bisa digunakan untuk permodalan secara berkelompok. Beberapa orang bahkan bisa menggunakan satu BPKB sebagai jaminan. Tapi yang jadi soal utama sebetulnya bukan permodalan. Soal utama itu adalah mindset, kemauan untuk maju,” terangnya.

Ia menambahkan, usaha yang dijalankan secara berkelompok akan lebih mudah berkembang karena setiap anggota dapat saling mengingatkan dan memberikan dukungan ketika menghadapi kendala.

"Nah, kita mendorong Karang Taruna mengambil peran itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yordan juga menyerap aspirasi dari kelompok PKK di antaranya usulan optimalisasi pemanfaatan balai RW untuk mendukung kegiatan PKK, aktivitas lansia, hingga penghijauan lingkungan melalui penataan tanaman hias.

Menurutnya, berbagai aspirasi tersebut dapat disinergikan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga maupun Dinas Tenaga Kerja yang telah memiliki sejumlah program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.

"Tapi yang paling penting yang ingin saya tekankan adalah bisa berkelompok. Ini butuh organisasi, dan Karang Taruna bisa menjadi mentor bagi anggotanya,” pungkas Yordan.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.