Cukup Siapkan Peserta dan Lokasi, Anggota DPRD Jatim Suwandy Buka Peluang Pelatihan UMKM di Desa
SURABAYA (Lentera) — Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suwandy membuka peluang bagi desa-desa di Kabupaten Mojokerto untuk memperoleh program pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, desa yang ingin mengikuti program tersebut cukup menyiapkan peserta dan lokasi pelatihan.
Hal itu disampaikan Suwandy, saat menggelar reses di Gedung Sanggar Singo Putro Budoyo, Dusun Jeruk Seger, Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Ia menuturkan, warga menyampaikan aspirasi agar pelatihan kreativitas dan pengembangan UMKM, khususnya bagi perempuan, dapat dilaksanakan di Kecamatan Gedeg.
Menanggapi aspirasi yang ada, politikus Fraksi NasDem tersebut mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memiliki berbagai program pelatihan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kalau pelatihan ini saya sampaikan ada nanti program dari provinsi, termasuk pelatihan rias pengantin, pembuatan kue, kemudian pelatihan UMKM yang lainnya ada,” ungkap Suwandy, Senin (27/07/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan akan dilakukan secara bergiliran agar setiap desa memperoleh kesempatan yang sama mengikuti program yang tersedia. Program tersebut akan memanfaatkan pelatihan yang diselenggarakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kami nanti sudah saya tawarkan, tapi tidak banyak, jadi bertahap gantian masing-masing desa. Dan nanti kami ambilkan dari program-program yang di masing-masing BLK,” katanya.
Menurut Suwandy, proses pengajuan pelatihan tidak memerlukan prosedur yang rumit. Desa hanya perlu menyiapkan calon peserta dan tempat pelaksanaan, sementara usulan program akan difasilitasi sesuai kesiapan masing-masing desa.
“Tidak ada mekanisme yang rumit. Yang penting desa tersebut punya peserta, kemudian sanggup dan punya tempat, ya sudah kita ajukan. Gantian nanti, karena tidak semua desa itu siap untuk diberi pelatihan. Pelatihannya juga berlangsung selama satu bulan penuh,” pungkasnya.
Ia berharap, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku UMKM baru yang mampu memperkuat perekonomian desa.
Selain pelatihan UMKM, dalam reses tersebut warga juga menyampaikan aspirasi mengenai pengembangan kebudayaan daerah serta dukungan bagi pelaku UMKM agar memiliki akses pasar yang lebih luas.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais




.jpg)
