BADAI rotasi kepemimpinan kembali menerjang Badan Gizi Nasional (BGN) dalam waktu singkat. Hanya dalam kurun 45 hari, posisi pucuk pimpinan pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini telah dua kali mengalami pergantian hingga Rabu (22/7/2026) mencatatkan sosok ketiga di kursi kepala. Pengunduran diri mendadak Nanik S. Deyang dengan alasan perawatan medis penyakit jantung di luar negeri, seketika direspons Istana dengan pelantikan kilat Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru. Gonta-ganti bos dala program andalan pemerintah inipun terjadi di tengah bergulirnya pemeriksaan dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung. Pelantikan Sudaryono mempertegas kuatnya kendali lingkar dalam kekuasaan atas kegiatan bernilai ratusan triliun rupiah tersebut. Langkah penunjukan mantan ajudan pribadi Prabowo Subianto yang merupakan politikus Partai Gerindra, sekaligus mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut langsung memicu gelombang kritik tajam. Lembaga pemantau seperti MBG Watch menuding pelantikan ini sarat nepotisme dan minim meritokrasi gizi di tengah lonjakan puluhan ribu kasus keracunan siswa. Sementara itu, CELIOS dan Rumah Politik Indonesia menggarisbawahi adanya konflik kepentingan kepemilikan dapur SPPG oleh jejaring politik serta meragukan alibi medis di balik mundurnya Nanik. Mereka menyuarakan desakan yang sama dengan Ombudsman RI agar BGN berhenti melakukan akrobat birokrasi dan fokus membenahi mutu makanan di piring anak sekolah. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/23072026.pdf



.jpg)
.jpg)
