27 July 2026

Get In Touch

Hadirkan 500 Pelaku Ekraf, Festival Mbois XI Bidik Perputaran Ekonomi Rp50 Miliar

Ketua Panitia Festival Mbois XI, Gedeon Soerjo Ardi Noegraha. (Santi/Lentera)
Ketua Panitia Festival Mbois XI, Gedeon Soerjo Ardi Noegraha. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Festival Mbois XI membidik perputaran ekonomi hingga Rp50 miliar selama penyelenggaraan pada 21-23 Agustus 2025 di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Event yang akan melibatkan lebih dari 500 pelaku ekonomi kreatif ini diharapkan menjadi penggerak sektor ekraf sekaligus memeriahkan peringatan seabad Stadion Gajayana, satu tahun Kota Malang menyandang predikat UNESCO Creative City of Media Arts, dan HUT ke-81 Republik Indonesia.

"Ini event ekonomi kreatif, ada perputaran ekonomi di sana. Kami sudah mempunyai skema untuk perputaran uang itu kami prediksi minimal Rp50 miliar. Karena dari penjualan tiket konser, kemudian dari penjualan produk-produk, sudah kami prediksikan minimal Rp50 miliar," ujar Ketua Panitia Festival Mbois XI, Gedeon Soerjo Ardi Noegraha, Selasa (21/7/2026) pada Taklimat Media Festival Mbois XI, Gedung Malang Creative Center (MCC), Selasa (21/7/2026) malam. 

Selain berasal dari penjualan tiket dan produk ekonomi kreatif, menurutnya perputaran ekonomi juga didorong oleh kehadiran hampir 300 stan yang akan meramaikan festival. "Kemudian dengan jumlah stan yang kami jual juga hampir 300 stan," tambahnya.

Tahun ini, Festival Mbois XI digelar secara istimewa karena bertepatan dengan 3 momentum penting, yakni 100 tahun Stadion Gajayana, satu tahun Kota Malang menyandang predikat UNESCO Creative City of Media Arts, serta peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Mengusung konsep yang lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya, menurutnya, Festival Mbois XI menghadirkan 5 klaster utama, yaitu Sound of Malang Menyala, Malang Creative Connect, Malang Sportainment, Media Art Experience, dan Made by Arema.

Pada klaster Sound of Malang Menyala, panitia menyiapkan suguhan musik dengan genre yang berbeda setiap harinya. Hari pertama akan menampilkan band-band lokal asal Malang. Hari kedua menghadirkan musisi indie Iksan Skuter, sedangkan hari ketiga diisi penampilan Jhalang dan Arca dengan nuansa musik etnik.

Tak hanya konser musik, Festival Mbois XI juga diisi berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat. Beragam agenda tersebut meliputi kompetisi e-sport, lomba vokal, konferensi internasional (international conference), hingga business matching.

Panitia menargetkan, keterlibatan lebih dari 500 pelaku ekonomi kreatif Kota Malang dan optimistis jumlah tersebut masih akan bertambah menjelang pelaksanaan acara. Sementara itu, jumlah pengunjung diproyeksikan menembus 20.000 orang, terutama dengan adanya kegiatan Fun Run dan Fun Walk yang terbuka untuk masyarakat umum.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan Festival Mbois XI menjadi salah satu agenda besar Kota Malang yang mendapat dukungan berbagai kementerian.

Menurut Baihaqi, festival tersebut akan melibatkan kolaborasi lintas kementerian, mulai dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, hingga Staf Khusus Presiden Raffi Ahmad, bersama Pemerintah Kota Malang dan komunitas ekonomi kreatif.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan sektor ekonomi kreatif sekaligus menjadi wadah implementasi berbagai program pemerintah pusat di daerah. "Beliau-beliau memandang event ini bisa menjadi landasan program-program dari beberapa lintas kementerian tadi," katanya.

Festival Mbois XI juga akan menampilkan 21 subsektor ekonomi kreatif yang selama ini dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Malang.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.