MALANG (Lentera) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional, Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan sekolah tersebut sebagai rujukan nasional dalam penguatan tata kelola komite berkat pengelolaan organisasi dan keuangan komitenya.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd. mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi yang dibangun antara komite madrasah dan manajemen sekolah dalam menjalankan setiap program.
"Seluruh pengelolaan anggaran selalu disinergikan dengan manajemen madrasah melalui Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) sehingga setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Samsudin dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, penguatan tata kelola kelembagaan berjalan seiring dengan budaya akademik yang selama ini menjadi identitas MAN 2 Kota Malang. Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh warga madrasah dalam membangun kualitas pendidikan.
Komitmen itu juga tercermin dari prestasi akademik yang berhasil dipertahankan. MAN 2 Kota Malang tercatat menjadi juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) selama 10 tahun berturut-turut.
Prestasi tersebut juga mendapat perhatian Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Muhammad Syafi'i, saat berkunjung ke MAN 2 Kota Malang pada 30 Juni 2026.
Dalam kunjungannya, Wamenag menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu mencetak peserta didik yang unggul, baik dalam bidang keagamaan maupun ilmu pengetahuan.
"Keberhasilan MAN 2 Kota Malang dalam meraih prestasi juara umum pada OSN beberapa tahun terakhir ini membuktikan murid madrasah mampu menguasai ilmu pengetahuan secara luar biasa. Saya bahkan menyampaikan di berbagai kesempatan, capaian ini menjadi bagian dari redefinisi pendidikan Islam di Indonesia. Ketika agama diajarkan secara substantif, maka peserta didik juga akan mampu menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan," tutur Syafi’i.
Sementara itu, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI sebelumnya telah menggelar Koordinasi Teknis Penguatan Peran dan Tata Kelola Komite Madrasah sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola di lingkungan madrasah.
Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI, Nyayu Khodijah menegaskan komite madrasah memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Kepercayaan Kemenag terhadap MAN 2 Kota Malang juga diwujudkan dengan penunjukan Ketua Komite MAN 2 Kota Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Di hadapan peserta dari berbagai daerah, Agus memaparkan praktik baik tata kelola komite yang diterapkan di MAN 2 Kota Malang. Menurutnya, profesionalisme komite dibangun melalui penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tata kelola organisasi yang jelas, serta sinergi dengan manajemen madrasah melalui RKAM.
Selain memperkuat tata kelola kelembagaan, MAN 2 Kota Malang juga terus membangun karakter peserta didik sejak awal masa pendidikan. Hal itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan Openaba 2026 yang berlangsung pada 6-11 Juli 2026.
Ratusan peserta didik baru mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sebagai pengenalan terhadap budaya akademik, tata tertib, pembentukan karakter, serta nilai-nilai yang menjadi identitas MAN 2 Kota Malang.
Samsudin menjelaskan, MATAMUDA tidak sekadar menjadi kegiatan orientasi bagi siswa baru, tetapi merupakan fondasi dalam membangun karakter dan budaya berprestasi.
"MATAMUDA bukan sekadar kegiatan orientasi, melainkan fondasi pembentukan karakter dan budaya berprestasi bagi peserta didik baru agar mampu berkembang secara akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan di madrasah," katanya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais




.jpg)
