22 July 2026

Get In Touch

Ledakan di Perumahan Mewah Grand Polonia Medan, Satu Tewas dan Tiga dalam Pencarian

Petugas evakuasi di depan lokasi reruntuhan pasca ledakan di perumahan Grand Polonia, Medan, Sumut, Senin (20/7). (foto:ist/CNN Indonesia)
Petugas evakuasi di depan lokasi reruntuhan pasca ledakan di perumahan Grand Polonia, Medan, Sumut, Senin (20/7). (foto:ist/CNN Indonesia)

MEDAN (Lentera) - Tim SAR Gabungan menemukan satu korban tertimbun reruntuhan rumah yang meledak, di Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7/2026) dini hari.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, setelah proses pencarian yang berlangsung sejak, Senin (20/7/2026) sore.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 02.20 WIB, di bawah timbunan material bangunan yang roboh akibat ledakan.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Untuk identitas korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi," kata Hery mengutip CNN Indonesia.

Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian, terhadap korban lain yang diduga masih tertimbun reruntuhan. Berdasarkan data sementara, terdapat tiga orang yang belum ditemukan.

"SAR gabungan terus berpacu dengan waktu melakukan operasi pencarian terhadap korban yang masih diduga tertimbun reruntuhan bangunan," jelasnya.

Berdasarkan data sementara, tambahnya, terdapat tujuh orang yang berada di lokasi saat kejadian. Empat orang berhasil selamat, yaitu Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.

"Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan urban search and rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian korban lainnya yang belum ditemukan," paparnya.

Diketahui sebelumnya, ledakan besar terjadi di rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Kekuatan ledakan menyebabkan bangunan rumah bertingkat tiga itu mengalami kerusakan berat, hingga sebagian besar struktur bangunan runtuh.

Ledakan tersebut, juga mengakibatkan tujuh unit rumah mengalami kerusakan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan satu rumah yang menjadi pusat ledakan hancur parah, sementara rumah-rumah di sekitarnya turut terdampak akibat kuatnya tekanan ledakan.

"Total rumah yang terdampak ada enam sampai tujuh rumah. Rumah-rumah tersebut terdampak karena posisinya berada tepat di depan rumah yang roboh," kata Jean Calvijn di lokasi kejadian.

Calvijn menyebut, ledakan berasal dari rumah mewah Nomor 3B. Saat ini empat orang masih terjebak di dalam rumah. Sementara itu, dua penghuni rumah lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

"Data yang kami dapat saat kejadian ada enam orang yang berada di dalam rumah. Dari enam orang itu, seorang bapak berhasil dievakuasi, kemudian seorang anak balita saat ini dirawat di salah satu rumah sakit," ujarnya.

Tidak hanya menghancurkan rumah yang menjadi pusat ledakan, reruntuhan bangunan juga menimpa tiga unit mobil yang terparkir di depan rumah. Sejumlah rumah di sisi kiri, kanan, dan depan lokasi turut mengalami kerusakan akibat kuatnya gelombang ledakan.

Penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dan tim terkait. Namun, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah yang berada di area rumah.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.