18 July 2026

Get In Touch

Kapal Wisata Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi di Bima, Tim SAR Evakuasi 45 Penumpang

Penumpang saat dievakuasi, pada Jumat (17/7/2026) pukul 02.45 WITA dini hari, setelah kapal wisata yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada Kamis (16/7/2026) malam. (foto:ist/Ant/SAR Mataram)
Penumpang saat dievakuasi, pada Jumat (17/7/2026) pukul 02.45 WITA dini hari, setelah kapal wisata yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada Kamis (16/7/2026) malam. (foto:ist/Ant/SAR Mataram)

MATARAM (Lentera) - Sebuah kapal wisata tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, pada Kamis (16/7/2026) malam, namun Tim SAR Mataram berhasil mengevakuasi 45 penumpang dan awak dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengungkapkan peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 19.45 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Gili Trawangan menuju Pulau Komodo.

"Kapal dilaporkan dihantam gelombang tinggi, hingga akhirnya tenggelam," ujarnya dalam keterangan diterima di Mataram melansir Antara, Jumat (17/7/2026).

Ia menyebutkan, total ada 45 orang berada di atas kapal, yang terdiri dari delapan Anak Buah Kapal (ABK) dan 37 penumpang. Dari total jumlah tersebut, 16 orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan 29 orang Warga Negara Asing (WNA).

"Para korban dievakuasi ke Kapal Majestic dan Sultan. Sebanyak 17 orang dievakuasi ke Kapal Sultan, sementara 28 orang lainnya berada di Kapal Majestic," kata Hariyadi.

Usai berhasil dievakuasi, pada Jumat (17/7/2026) pukul 02.45 WITA, lanjutnya, para penumpang dan awak kapal diberangkatkan dengan KM Amokti Palapa ke Pelabuhan Bima.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru. Alhamdulillah, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan telah tiba pada pukul 09.23 WITA di Pelabuhan Bima dengan menggunakan KM Amokti Palapa untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Setelah memastikan seluruh penumpang dan ABK tiba dengan selamat di Pelabuhan Bima, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dinyatakan ditutup.

Tim yang terlibat dalam proses pencarian dan pertolongan melibatkan sejumlah unsur dari Pos SAR Bima, Polairud Polres Bima, KSOP Bima, SROP Bima, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Labuhan Lombok dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.