14 July 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Minta Proklim Membangun Ketahanan Masyarakat Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, M. Hasan Busyairi.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, M. Hasan Busyairi.

PALANGKA RAYA (Lentera) - DPRD Palangka Raya meminta agar Program Kampung Iklim (Proklim) tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial semata. Keberhasilan program ini tercermin melalui perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, M. Hasan Busyairi, menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya dengan memperkuat kolaborasi melalui Proklim.  Program ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, selain itu membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

"Tantangan perubahan iklim tidak mungkin dihadapi oleh pemerintah sendirian, melainkan dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar upaya pelestarian lingkungan benar-benar berdampak nyata," papar Hasan, Senin (13/7/2026).

Ia menilai Proklim sangat positif karena tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, lebih dari itu juga membangun kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan.

Hasan menegaskan, DPRD mendukung penuh langkah kolaboratif yang dilakukan Pemkot Palangka Raya.

Menurutnya pembinaan dan pendampingan kepada warga harus dilakukan secara berkesinambungan. Termasuk memperkuat edukasi pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan energi, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga konservasi sumber air, agar menjadi budaya bagi masyarakat.

"Keberhasilan Proklim tidak bisa hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dijalankan, namun yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu mengubah kebiasaan sehari-hari masyarakat dalam menjaga lingkungan," ucapnya.

Tidak lupa Hasan juga mengingatkan pentingnya keterlibatan lintas sektor. Selain pemerintah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, akademisi, hingga masyarakat di tingkat RT dan kelurahan, perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Ia menambahkan, kolaborasi yang sudah terbangun harus terus dijaga. Kegiatan Proklim harus diwujudkan secara berkelanjutan, agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas dan mampu memperkuat ketahanan Kota Palangka Raya dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

"Kami mengajak perusahaan agar lebih aktif mendukung kegiatan lingkungan, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber air, hingga penguatan ketahanan pangan di kawasan permukiman," pungkasnya. (*)

 

Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.