PALU (Lentera) - Satu orang dilaporkan meninggal dunia, serta sejumlah bangunan fasilitas umum (fasum) pemerintah dan rumah warga mengalami kerusakan, dampak gempa berkekuatan 5,1 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) pukul 21.05 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah mengimbau, warga setempat tetap tenang setelah gempa magnitudo 5,1 mengguncang kabupaten itu.
"Waspada tetap, namun jangan panik," kata Kepala BPBD Kabupaten Buol, Moh Khacfy Mardjuni melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Minggu (12/7/2026) mengutip Antara, Senin (13/7/2026).
Ia mengemukakan, hingga Pukul 22.40 WITA, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor, guna memastikan kondisi pascagempa tetap kondusif.
BPBD juga telah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) melakukan kaji cepat, berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, untuk mengetahui tingkat kerusakan dampak guncangan gempa.
"Kami meminta para Kepala Desa membantu proses pendataan bila ada kerusakan terjadi di wilayah masing-masing," ujarnya.
Data sementara dihimpun pemerintah setempat sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan yakni Kantor Mall Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Buol, kemudian Kantor Inspektorat, termasuk rumah warga di Kelurahan Kali.
Update terbaru, dampak gempa ini mengakibatkan korban jiwa. Satu orang dilaporkan tewas, diduga karena serangan jantung.
"Iya, yang meninggal pasien RSUD Buol. karena panik, dan serangan jantung," ungkap Kachfi Mardjuni kepada wartawan mengutip detik, Senin (13/7/2026).
Akibat gempa tersebut, sebagian warga juga sempat panik dan berlarian ke dataran tinggi. Meskipun demikian BMKG menyebut, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
"Ia karena panik, sebagian warga berlarian ke arah gunung. Sekitaran kantor Bupati," terangnya.
Kachfi mengungkapkan, kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi tenda pengungsian, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, pakaian lansia, genset, terpal, hingga bantuan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.
"Situasi sudah kondusif, sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, namun BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan," terangnya.
Sebelumnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto melaporkan gempa mengguncang Buol terjadi pada Pukul 21.05 WIB dengan kedalaman 21 kilometer.
"Hasil pemodelan menunjukkan gempa yang terjadi merupakan kategori dangkal dan tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Ia menjelaskan, episenter gempa berada pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 37 kilometer timur laut Buol.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng, sementara mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik geser (oblique-thrust).
Menurut peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan pada skala intensitas IV MMI di wilayah Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol.
"Pada intensitas tersebut getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi," tutur Wijayanto.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)
