14 July 2026

Get In Touch

Polri Berhasil Tangkap Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Polisi di Katingan

Polri Berhasil Tangkap Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Polisi di Katingan. (Antara)
Polri Berhasil Tangkap Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Polisi di Katingan. (Antara)

JAKARTA (Lentera) - Kepolisian RI (Polri) berhasil menangkap tiga terduga pelaku penyerangan dan pembunuhan tiga personel Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor atau Polres Katingan yang bertugas menggerebek markas mereka. 

Polri Berhasil Tangkap Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Polisi di Katingan menyebut mereka juga tersangka bandar narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya atau narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, Kalimantan Tengah. “Tersangka atas nama BIO, PERIE, dan Ramblan alias BUSU telah berhasil ditangkap Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” katanya Kamis (9/7/2026).

Melansir tempo, Eko mengatakan akan segera membawa ketiga tersangka ke Jakarta untuk melakukan pendalaman pemeriksaan. Selain itu juga masih meneruskan pengembangan untuk mengungkap lapisan jaringan yang membawahi ketiganya.

Untuk diketahui, tiga personel polisi gugur dalam operasi penggerebekan kampung narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Mereka adalah Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Ipda Anumerta Sumariyanto,dam Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. 

Kemudian Markas Besar (Mabes) Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada mereka.

Penggerebekan terjadi pada Rabu (1/7/2026). Dalam penggerebakan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei itu mengerahkan 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan. Dari hasil penyelidikan mengidentifikasi seorang terduga pelaku berinisial BIO, yang diketahui merupakan residivis kasus narkoba.

Dalam pengerebekan ini, tim dibagi menjadi dua kelompok, yang pertama memelakukan upaya penangkapan terhadap pelaku di kediamannya. Namun, dalam proses tesebut terjadi aksi perlawanan bersenjata diantarnya menggunakan senjata tajam.

Kondisi semakin tidak kondusif ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga berdatangan, melakukan penyerangan terhadap petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya.

Dalam kejadian itu, seorang personel ditemukan tewas di dekat lokasi. Sementara dua yang lain sempat hilang kontak sampai akhirnya ditemukan meninggal di sungai dalam kondisi tak bernyawa. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.