MESIR (Lentera) - Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, mengatakan tidak akan ada normalisasi hubungan dengan Israel sampai pendudukan Israel atas wilayah Palestina berakhir.
“Tidak akan ada perdamaian abadi, stabilitas sejati, dan normalisasi yang didukung rakyat kecuali dengan perdamaian yang adil yang mengakhiri pendudukan, mengakhiri ketidakadilan dan agresi, mengembalikan hak kepada pemiliknya yang sah, dan memberikan keamanan bagi semua,” katanya dalam pidatonya melansir Aljazeera, Minggu (5/7/2026).
Mesir merupakan negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel pada tahun 1979. El-Sisi mengatakan solusi untuk konflik Timur Tengah terletak pada perjanjian perdamaian komprehensif antara Israel dan Palestina.
"Perdamaian yang adil akan memberikan kesempatan kepada rakyat di kawasan itu untuk hidup dalam stabilitas dan kemakmuran," katanya.
Ia juga menyerukan dukungan untuk “gencatan senjata” Gaza yang mulai berlaku pada Oktober 2025. Lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas oleh Israel sejak saat itu. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
