05 July 2026

Get In Touch

Rudal dan Pesawat Tak Berawak Rusia Serang Ukraina, 13 Orang Tewas

Petugas pemadam kebakaran Ukraina berjuang memadamkan api di gedung lain yang sebelumnya dihantam drone selama serangan udara Rusia di Kyiv pada Kamis pagi. (AFP via Aljazeera)
Petugas pemadam kebakaran Ukraina berjuang memadamkan api di gedung lain yang sebelumnya dihantam drone selama serangan udara Rusia di Kyiv pada Kamis pagi. (AFP via Aljazeera)

SURABAYA (Lentera) - Setidaknya 13 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia di ibu kota Ukraina, Kyiv. Sekrangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memperingatkan akan adanya serangan "besar-besaran" yang akan segera dilakukan oleh Moskow.

Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, melansir aljazeera Kamis (2/7/2026), mengatakan 13 orang tewas dan setidaknya 86 luka-luka dalam serangan pada hari Kamis. Sementara kerusakan termasuk enam lantai gedung apartemen yang sebagian runtuh setelah terkena langsung proyektil Rusia.

"Kyiv diserang oleh rudal balistik dan UAV," tulis Walikota Klitschko.

Klitschko juga melaporkan bahwa orang-orang terjebak di dalam gedung apartemen sembilan lantai yang rusak, dan sebagian besar gedung apartemen bertingkat tinggi yang terkena serangan langsung telah runtuh.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia menyerang negara itu dengan 74 rudal dan 496 drone semalam. Mereka mengatakan di Telegram bahwa unit pertahanan udara menembak jatuh atau menetralisir 48 rudal dan 476 drone, tetapi 25 rudal balistik dan 12 drone menghantam 33 lokasi.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada semua korban, keluarga yang kehilangan kerabat dan orang yang mereka cintai dalam serangan teroris yang mengerikan ini. Kami akan membalas dendam!” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Menurut Audrey MacAlpine dari Al Jazeera, drone mulai memasuki langit di atas Kyiv tepat setelah tengah malam.

“Anda bisa mendengar pencegatan di atas kepala, dan kemudian ledakan yang sangat, sangat besar… sekitar pukul 2 pagi,” katanya, melaporkan dari ibu kota Ukraina.

Orang-orang menduga akan terjadi serangan, sehingga banyak orang berlindung di sistem kereta bawah tanah kota sebagai tindakan pencegahan, kata MacAlpine.

Rusia secara rutin meluncurkan gelombang rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, termasuk ibu kota, selama invasinya yang berlangsung lebih dari empat tahun. Perang ini merupakan konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka melakukan "serangan besar-besaran" di Kyiv dan lokasi lain menggunakan senjata jarak jauh, presisi tinggi yang diluncurkan dari udara, darat, dan laut, serta drone.

Kementerian tersebut mengatakan mereka menyerang fasilitas militer dan energi di sekitar Kyiv, serta bandara militer di beberapa wilayah termasuk Poltava dan Dnipropetrovsk, sebagai pembalasan atas serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.