MALANG (Lentera) - Produksi susu sapi di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang sebagian terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sedikitnya 300 liter susu segar per hari dipasok dari peternakan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Lawang.
"Kalau untuk MBG kami ada farm sapi perah. Produksinya sekitar 300 liter per hari dari total 30 ekor sapi. Produknya berupa susu segar," ujar Kepala BBIB Singosari, Akbar, dikutip pada Selasa (30/6/2026).
Dijelaskannya, seluruh produksi susu segar tersebut diserap oleh sekitar 5 unit SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Penyerapan dilakukan secara bergantian setiap hari sesuai kebutuhan masing-masing dapur MBG.
Akbar menyebut, harga jual susu segar produksi BBIB Singosari berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp9.000 per liter.
Saat ini, ketika operasional SPPG berhenti sementara selama masa libur sekolah, distribusi susu segar dialihkan agar produksi tetap terserap. BBIB Singosari memasok hasil produksi tersebut ke Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang.
"Seperti libur sekarang ini, jadi Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung kami pasok," ucapnya.
Sementara itu, terkait peluang memasok kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih, Akbar mengatakan hingga kini belum ada kerja sama yang terjalin. "Belum, karena kami belum ada interaksi dengan koperasi desa," katanya.
Sebagai informasi, BBIB Singosari merupakan pusat pengembangan genetik ternak nasional yang berperan dalam penyediaan bibit unggul guna meningkatkan produktivitas peternakan di Indonesia.
Saat ini, BBIB Singosari mengelola 279 ekor sapi perah, 165 ekor sapi jantan dari berbagai jenis, 30 ekor kambing jantan, serta 411 bibit kambing sebagai bagian dari pengembangan sumber daya genetik ternak nasional.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais




.jpg)
