05 July 2026

Get In Touch

Wamen Transmigrasi Lepas Ekspor Rajungan dari Gresik, Bahan Baku Dipasok Kawasan Transmigrasi

Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi usai melepas ekspor rajungan olahan ke Amerika Serikat.
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi usai melepas ekspor rajungan olahan ke Amerika Serikat.

Gresik (Lentera) – Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, melepas ekspor satu kontainer rajungan olahan ke Amerika Serikat dari Kawasan Industri Gresik (KIG), Gresik, Jawa Timur, Senin (29/6/2026). Pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi mampu menjadi penghasil komoditas perikanan, yang memiliki daya saing di pasar internasional.

Bahan baku rajungan yang diekspor berasal dari sejumlah kawasan transmigrasi, yakni Sorong (Papua), Maluku, Maluku Utara, dan Kabupaten Pasangkayu (Sulawesi Barat). Selain itu juga berasal darj kawasan pesisir Gresik dan Lamongan. Seluruh hasil tangkapan kemudian diolah di Gresik hingga memenuhi standar pasar internasional sebelum dikirim ke Amerika Serikat.

"Rajungan menjadi salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi. Melalui kemitraan dengan industri pengolahan di Gresik, hasil tangkapan nelayan dapat masuk ke pasar ekspor dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Viva Yoga, arah pembangunan transmigrasi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembukaan kawasan permukiman. Tetapi juga pengembangan potensi ekonomi lokal melalui hilirisasi komoditas unggulan.

"Setiap kawasan transmigrasi memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, pengembangannya juga harus disesuaikan dengan keunggulan masing-masing, termasuk melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat," katanya.

Ia mengungkapkan, permintaan rajungan dari Amerika Serikat masih sangat tinggi. Saat ini ekspor dilakukan secara rutin dua kali setiap bulan dengan volume sekitar 16 ton per kontainer dan nilai mencapai Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.

Viva Yoga menambahkan, apabila pasokan rajungan dari kawasan transmigrasi terus meningkat, peluang pembangunan fasilitas pengolahan di kawasan transmigrasi juga semakin terbuka. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan di daerah pengolahan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa Gresik siap menjadi pusat pengolahan yang menghubungkan potensi hasil laut dari berbagai daerah dengan pasar ekspor dunia. Menurutnya, posisi strategis Gresik sebagai kawasan industri menjadi modal penting dalam mendukung hilirisasi produk perikanan nasional.

"Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, kita patut bersyukur karena produk unggulan daerah, termasuk dari kawasan transmigrasi, mampu menembus pasar dunia. Hari ini kita melepas satu kontainer, mudah-mudahan ke depan jumlahnya terus meningkat menjadi lima kontainer atau bahkan lebih," ujar Gus Yani, sapad akrab Fandi Akhmad Yani.

Ia menambahkan, industri pengolahan rajungan di Gresik juga memberikan dampak ekonomi yang besar karena merupakan sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja, khususnya pekerja perempuan dengan keterampilan tinggi dalam menghasilkan produk sesuai standar ekspor.

Melalui sinergi antara kawasan transmigrasi sebagai pemasok bahan baku dan Gresik sebagai pusat pengolahan, pemerintah berharap ekspor rajungan Indonesia terus meningkat sekaligus memperkuat kesejahteraan nelayan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional (*)

Reporter: Asepta|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.