27 June 2026

Get In Touch

Open House SRMA 21 Surabaya, Mensos Ungkap Dampak Positif bagi Siswa

Mensos saat menghadiri kegiatan open house bagi orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya. (Amanah/Lentera)
Mensos saat menghadiri kegiatan open house bagi orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, setelah lebih dari 10 bulan berjalan para siswa dinilai semakin disiplin, percaya diri, serta memiliki semangat belajar yang lebih tinggi.

Hal itu disampaikan Mensos, saat menghadiri kegiatan open house bagi orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi masyarakat, untuk mengenal lebih dekat sistem pembelajaran dan perkembangan peserta didik Sekolah Rakyat.

"Setelah lebih dari 10 bulan, proses pembelajarannya makin baik. Anak-anak sudah mulai lebih disiplin, lebih percaya diri, semangat belajarnya meningkat, pertumbuhannya bagus, kesehatannya juga makin baik. Ini semua kabar yang menggembirakan," ungkap Gus Ipul.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses adaptasi dan pendampingan yang dilakukan secara intensif oleh kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, serta tenaga kependidikan lainnya.

Ia menyebutkan, secara umum pembelajaran Sekolah Rakyat yang tersebar di 166 titik di Indonesia telah berjalan dengan baik meski pada awal pelaksanaannya menghadapi berbagai dinamika dan tantangan di lapangan.

"Kami terus melakukan evaluasi. Ini saat bagi kami untuk mengevaluasi sekaligus mengambil langkah-langkah perbaikan ke depan jika diperlukan, seperti penambahan guru, tenaga kependidikan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk Unesa, agar pembelajaran semakin solid," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menyampaikan, apresiasi kepada Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang telah mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan tahun ajaran 2025/2026 di Kota Surabaya.

Gedung permanen Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Cowek, lanjut Gus Ipul, kini telah selesai dibangun dan ditargetkan mulai digunakan pada Juli 2026 untuk proses pembelajaran tahun ajaran 2026/2027.

"Sekarang gedung permanennya sudah dibangun dan insyaallah pada bulan Juli sudah bisa dimanfaatkan untuk proses pembelajaran tahun 2026/2027. Ini hal yang kami syukuri," tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi, dukungan pemerintah daerah khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang sejak awal memberikan perhatian besar terhadap pengembangan Sekolah Rakyat. Berkat dukungan tersebut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Mensos juga menyoroti perubahan sikap para siswa yang tampil dalam acara open house. Menurutnya, keberanian siswa tampil di atas panggung, menjawab pertanyaan dengan tegas, serta menunjukkan optimisme terhadap masa depan menjadi indikator penting keberhasilan program tersebut.

"Tadi kita lihat anak-anak sudah lebih percaya diri, berani tampil ke atas panggung, menjawab dengan tegas dan jelas setiap pertanyaan. Yang juga penting, mereka optimistis menghadapi masa depan," pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.