SURABAYA (Lentera) - Fakultas Teknik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menghadirkan konsep berbeda dalam penyelenggaraan Technocreative Festival 2026 Vol. 2 x TIF Create 2026. Tidak hanya menggelar turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) untuk pelajar, ajang ini juga menjadi etalase berbagai hasil riset dan inovasi mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan Fakultas Teknik.
Mengusung tema Empowering Creativity, Strategy, and Innovation in the Digital Competition Era, kegiatan yang berlangsung di kampus UWKS pada 22 Juni 2026 tersebut mempertemukan kompetisi e-sports dengan pameran karya inovasi dari Program Studi Teknik Sipil, Informatika, dan Teknologi Industri Pertanian (TIP). Ratusan peserta dari kalangan pelajar dan akademisi di Jawa Timur mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Turnamen Mobile Legends diikuti siswa SMP hingga SMA/SMK sederajat. Di saat yang bersamaan, Bangsal Pancasila UWKS disulap menjadi ruang pameran yang menampilkan berbagai karya hasil penelitian mahasiswa dan dosen.
Suasana kompetisi berlangsung kompetitif. Tim-tim peserta beradu strategi untuk memperebutkan gelar juara, sementara pengunjung memadati area pameran guna melihat langsung berbagai inovasi yang dipamerkan.
Program Studi Teknologi Industri Pertanian, misalnya, menampilkan produk kuliner sehat berbasis konsep zero waste lengkap dengan menu interaktif.
Di stan Informatika, pengunjung dapat mencoba simulasi gim 3D dan aplikasi berbasis Virtual Reality (VR). Sementara itu, Program Studi Teknik Sipil memamerkan maket struktur bangunan tahan gempa serta hasil penelitian mengenai material perkerasan jalan.
Dekan Fakultas Teknik UWKS mengatakan, Technocreative Festival tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata.
"Technocreative Festival 2026 bukan sekadar wadah kompetisi, melainkan jembatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa penguasaan teknologi digital dan inovasi produk nyata harus berjalan beriringan. Kehadiran siswa-siswi SMA di kampus kami juga menjadi sarana edukasi bahwa teknik merupakan bidang ilmu yang dinamis, kreatif, dan aplikatif bagi masa depan," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi media hilirisasi hasil riset mahasiswa agar lebih dikenal masyarakat. Sementara bagi peserta dari kalangan pelajar, turnamen e-sports diharapkan dapat mengasah kemampuan kerja sama tim, kepemimpinan, serta strategi dalam berkompetisi secara sehat.
Melalui penyelenggaraan Technocreative Festival 2026, Fakultas Teknik UWKS berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi dan talenta muda di bidang teknologi. Ke depan, penyelenggara menargetkan kegiatan ini dapat melibatkan lebih banyak peserta serta memperluas kolaborasi dengan mitra industri guna mendukung hilirisasi karya mahasiswa di tingkat nasional.
Editor: Santi




.jpg)
