Eka Erawati, Alumnus Magister Psikologi Unair Dedikasikan 2 Dekade Bangun Karakter dan Resiliensi Siswa
SURABAYA (Lentera) - Universitas Airlangga (Unair) terus melahirkan lulusan yang berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Salah satunya adalah Dr. Eka Erawati, S.Psi., M.Si., alumnus Program Magister Psikologi Unair yang telah mengabdikan diri selama dua dekade di bidang psikologi pendidikan dan kini bertugas sebagai guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMP Negeri 55 Surabaya.
Selama 20 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, Eka dikenal aktif menghadirkan berbagai pendekatan psikologis yang inovatif untuk membantu perkembangan karakter, perilaku positif, serta kesejahteraan mental peserta didik. Dedikasinya tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Juara II Guru Berprestasi tingkat Kota Surabaya pada tahun 2018.
Salah satu inovasi yang dikembangkannya adalah penerapan metode token reinforcement untuk menangani perilaku out of seat, yakni kebiasaan siswa meninggalkan tempat duduk atau sulit mempertahankan fokus selama pembelajaran berlangsung.
Melalui pendekatan penguatan positif ini, siswa yang mampu mengendalikan perilakunya diberikan apresiasi berupa stiker bintang yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan hadiah sederhana.
Pendekatan tersebut terbukti memberikan hasil yang signifikan. Seorang siswa yang sebelumnya melakukan pelanggaran hingga 39 kali dalam satu pekan mampu menurunkan frekuensi perilaku tersebut menjadi 16 kali pada minggu berikutnya setelah mendapatkan intervensi.
"Setiap anak memiliki potensi untuk berkembang dengan baik ketika mendapatkan pendampingan yang tepat. Penguatan perilaku positif melalui apresiasi sederhana terbukti dapat membantu siswa belajar mengendalikan diri, membangun kepercayaan diri, dan merasa dihargai dalam proses belajarnya," ujar Eka, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata, tetapi juga oleh kemampuan peserta didik dalam mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta menghadapi tantangan kehidupan dengan sikap yang tangguh.
"Bagi saya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai rapor, tetapi dari sejauh mana anak mampu mengenali dirinya, mengelola emosi, memiliki empati, serta tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bahagia," tuturnya.
Tak hanya fokus mendampingi siswa di sekolah, Eka juga aktif memperkuat kapasitas guru dan orang tua. Pada April 2025, ia menjadi narasumber dalam lokakarya Poetry Therapy atau terapi puisi yang bertujuan meningkatkan resiliensi akademik, khususnya bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang menghadapi berbagai tantangan dalam menempuh pendidikan.
Selain itu, pada awal tahun 2026, Eka memimpin sosialisasi mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang Generasi Alpha. Dalam kegiatan tersebut, ia mengingatkan bahwa orang tua perlu membangun pola pengasuhan yang adaptif di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
"Orang tua Generasi Alpha memiliki peran yang sangat strategis. Anak-anak saat ini lahir dan tumbuh bersama teknologi, sehingga pendampingan penggunaan gawai tidak cukup hanya dengan membatasi waktu, tetapi juga perlu membangun komunikasi yang hangat, menjadi teladan, serta mengarahkan anak agar memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif," ungkapnya.
Kompetensi Eka Erawati juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pada tahun 2024, ia berkesempatan menjadi presenter dalam forum International Academic Forum (IAFOR) di Barcelona, Spanyol, sekaligus membawa nama baik almamater di kancah global.
Baginya, bekal keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Magister Psikologi UNAIR menjadi fondasi penting dalam menjalankan praktik psikologi pendidikan yang lebih komprehensif.
"Pendidikan yang saya peroleh di Magister Psikologi Unair memberikan bekal yang kuat untuk memahami kebutuhan peserta didik secara lebih menyeluruh. Saya berharap ilmu psikologi dapat terus diimplementasikan dalam praktik pendidikan sehingga sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang setiap anak," pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Santi




.jpg)
