25 June 2026

Get In Touch

Oracle PHK 21.000 Karyawan Global demi Percepat Investasi AI

Gedung ORACLE. (REUTERS)
Gedung ORACLE. (REUTERS)

JAKARTA (Lentera) - Perusahaan teknologi Oracle melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sekitar 21.000 karyawan secara global dalam kurun satu tahun terakhir. Hal ini merupakan bagian dari strategi mempercepat investasi di bidang kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Berdasarkan laporan tahunan Oracle yang dikutip dari Engadget, Selasa (23/6/2026) waktu setempat, jumlah karyawan perusahaan per 31 Mei 2026 tercatat sebanyak 141.000 orang di seluruh dunia. Angka tersebut turun sekitar 21.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 162.000 karyawan.

Dari total tenaga kerja saat ini, sekitar 49.000 orang berada di Amerika Serikat, sedangkan 92.000 lainnya tersebar di berbagai negara. Meski demikian, Oracle tidak merinci jumlah karyawan di Amerika Serikat yang terdampak PHK.

Oracle menyatakan perusahaan masih menjalankan program restrukturisasi yang mencakup penyesuaian jumlah tenaga kerja. Perusahaan juga mengakui adopsi teknologi AI di berbagai lini operasional telah dan berpotensi terus memengaruhi kebutuhan tenaga kerja.

Pada Maret 2026 lalu, sejumlah laporan juga menyebut Oracle telah mengirimkan pemberitahuan PHK kepada sekitar 10.000 hingga 30.000 karyawan sebagai bagian dari langkah efisiensi tersebut.

Dalam laporan keuangannya, Oracle mencatat telah mengeluarkan biaya restrukturisasi sebesar 1,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp32,3 triliun. Dana tersebut antara lain digunakan untuk membayar pesangon bagi karyawan yang terdampak PHK.

Langkah efisiensi itu diambil di tengah meningkatnya kebutuhan investasi pembangunan pusat data (data center) untuk menopang pertumbuhan bisnis AI. Sebelumnya, Oracle juga dilaporkan memangkas ribuan pekerja guna mengamankan anggaran pembangunan infrastruktur AI.

Strategi serupa turut dilakukan sejumlah perusahaan teknologi global. Microsoft diketahui mengurangi jumlah tenaga kerja untuk membantu mendanai pembangunan infrastruktur AI yang membutuhkan investasi besar.

Sementara itu, Meta dilaporkan memangkas sekitar 8.000 karyawan serta mengalihkan sekitar 7.000 pekerja lainnya ke posisi yang berfokus pada pengembangan teknologi AI.

Oracle sendiri kini menjadi salah satu penyedia infrastruktur AI terbesar di dunia, termasuk bagi OpenAI.

Pada tahun lalu, OpenAI menandatangani kesepakatan dengan Oracle untuk penyediaan kapasitas pusat data sebesar 4,5 gigawatt di Amerika Serikat guna memenuhi kebutuhan komputasi model bahasa besar (large language model/LLM).

Editor: Santi/Ant

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.