JAKARTA (Lentera) - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa, yang berstatus tersangka dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), berjanji akan terus memperjuangkan perkara tersebut setelah tidak ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan.
"Ya, terus, kami terus berjuang. Kami tidak memperhitungkan siapa yang di luar sana," ujar Roy kepada wartawan di Kejari Jakarta Selatan, melansir Antara, Senin (22/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Roy menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan, sahabat, media, serta masyarakat yang telah mengikuti perkembangan perkara tersebut. Ia menegaskan perjuangan mereka belum berakhir.
"Saya hanya ingin menghaturkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, bahwa perjuangan kami belum selesai. Sampai dengan hari ini, kami masih akan terus berjuang menegakkan kebenaran yang ada," katanya.
Pernyataan serupa disampaikan dokter Tifa. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut menyampaikan pandangan yang diyakini benar. "Kita dukung kebaikan bagi negara ini dengan semua ilmu yang kita miliki. Jangan pernah takut untuk bicara tentang kebenaran," ucapnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan memutuskan tidak melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan dokter Tifa dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Keputusan tersebut diambil setelah keduanya menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (19/6/2026). Roy dan dokter Tifa tiba sekitar pukul 17.55 WIB dengan pengawalan dari Polda Metro Jaya dan langsung menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan keduanya secara umum dalam keadaan baik. Namun, tim dokter menemukan penyakit bawaan yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, tim dokter menilai kondisi Roy Suryo dan dokter Tifa belum memungkinkan untuk langsung kembali beraktivitas tanpa pengawasan medis. Karena itu, keduanya direkomendasikan menjalani perawatan inap guna memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil.
Editor: Santi




.jpg)
