BONDOWOSO (Lentera) - Krisis air bersih akibat kekeringan mulai meluas di Kabupaten Bondowoso, sedikitnya 3.238 kepala keluarga (KK) terdampak dan bergantung pada bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak pertengahan Mei 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mencatat, telah menyalurkan 330.000 liter air bersih dalam 24 kali distribusi sejak 11 Mei 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada 3.238 kepala keluarga (KK), yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah.
“Distribusi air bersih telah menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Botolinggo, Klabang, Tegalampel, Taman Krocok, Maesan, Tlogosari, Wringin, Prajekan, dan Curahdami. BPBD Kabupaten Bondowoso terus memantau kebutuhan warga terdampak. Penambahan distribusi air bersih akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melansir suarasuarabaya.net, Sabtu (20/6/2026).
BPBD Bondowoso menyatakan, terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Penambahan distribusi air bersih akan dilakukan, menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Katanya, kekeringan yang terjadi sejak awal musim kemarau ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi dan memastikan ketersediaan air bersih bagi warga, terutama di daerah yang selama ini rentan mengalami krisis air saat kemarau tiba.
“BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan karhutla. BNPB mengajak seluruh pihak untuk menghemat penggunaan air bersih, menjaga sumber mata air, serta menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu meluasnya karhutla,” imbuhnya.
Selain di Jawa Timur, kekeringan juga menimpa sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Abdul Muhari mengatakan di Kabupaten Banyumas, BPBD setempat telah melakukan penanganan terkait fenomena kekeringan. Yaitu di Kelurahan Sokanegara Kecamatan Purwokerto Timur dan Desa Taman Sari Kecamatan Karanglewas.
“Tercatat sebanyak 44 Kepala Keluarga (KK) di Desa Taman Sari dan 523 KK di Keluarahan Sokanegara kesulitan akses air bersih setelah wilayah Kabupaten Banyumas mulai memasuki awal musim kemarau dan kekeringan pada pertengahan Juni. Menurut prakiraan, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus mendatang,” katanya.
Saat ini telah tersedia penampungan air berkapasitas 4.000 liter yang ditempatkan di tiga titik lokasi di Banyumas. Pemerintah daerah berupaya menyiapkan penampungan air di setiap RT, guna meningkatkan akses dan pemerataan distribusi air bersih.
Kekeringan juga melanda Purbalingga, sejak Jumat (19/6/2026). Wilayah terdampak berada di Kecamatan Karangreja, tepatnya Desa Kutabawa dan Desa Serang.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 102 (KK) atau 398 jiwa kesulitan memperoleh air bersih. Menindaklanjuti hal tersebut, BPBD Kabupaten Purbalingga menyalurkan air bersih kepada masyarakat di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja.
Bantuan yang disalurkan sebanyak dua truk tangki atau setara 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
“BPBD Kabupaten Purbalingga akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Editor: Arief Sukaputra



.jpg)
