18 June 2026

Get In Touch

Ada Celah Zero-Day di Android 14–16, Google Desak Pengguna Segera Update

Ada Celah Zero-Day di Android 14–16, Google Desak Pengguna Segera Update

SURABAYA ( LENTERA ) - Pengguna Android kembali diingatkan untuk segera memperbarui perangkat mereka setelah Google merilis buletin keamanan Android untuk Juni 2026. Pembaruan ini menjadi perhatian besar karena ditemukan adanya celah keamanan serius yang bahkan sudah dimanfaatkan dalam serangan di dunia nyata.

Celah tersebut dikenal dengan kode CVE-2025-48595 dan termasuk kategori zero-day, yaitu jenis kerentanan yang sudah dieksploitasi sebelum perbaikannya tersedia. Kondisi ini membuatnya jauh lebih berbahaya karena penyerang lebih dulu memanfaatkan celah sebelum pengguna sempat melakukan pembaruan.

Menurut laporan keamanan, celah ini berdampak pada hampir semua versi Android yang masih didukung, mulai dari Android 14, Android 15, Android 16, hingga Android 16 QPR2. Artinya, sebagian besar pengguna perangkat Android modern berpotensi terdampak jika belum memasang patch terbaru.

Dari sisi teknis, CVE-2025-48595 berada di dalam Android Framework dan dikategorikan sebagai kerentanan high-severity. Jenis serangannya adalah elevation of privilege, yaitu kondisi ketika penyerang bisa meningkatkan hak akses di sistem hingga akhirnya berpotensi mengambil alih perangkat.

Yang membuatnya semakin berbahaya, laporan intelijen menunjukkan bahwa celah ini dapat dimanfaatkan oleh pengguna lokal tanpa autentikasi. Dalam skenario serangan, pelaku bisa mengeksekusi kode berbahaya melalui celah integer overflow, lalu menaikkan hak akses hingga memperoleh kendali penuh atas sistem.

Jika sudah mencapai tahap itu, penyerang berpotensi mengakses data sensitif, memodifikasi file, bahkan mengganggu fungsi perangkat secara keseluruhan. Lebih mengkhawatirkan lagi, Google menegaskan bahwa eksploitasi celah ini tidak membutuhkan interaksi dari pengguna sama sekali. Dengan kata lain, perangkat bisa saja diserang tanpa korban perlu mengklik tautan, membuka aplikasi, atau menyetujui izin apa pun.

Meski demikian, Google menyebut bahwa eksploitasi yang terjadi saat ini masih bersifat terbatas dan tertarget. Namun, perusahaan belum merinci lebih jauh siapa yang menjadi target maupun bagaimana pola serangan dilakukan.

Sebagai langkah pencegahan, Google menyarankan pengguna untuk segera memasang pembaruan keamanan begitu tersedia di perangkat masing-masing. Perlindungan terhadap CVE-2025-48595 telah disediakan melalui security patch level 2026-06-05, sehingga pengguna dianjurkan memastikan perangkatnya sudah mencapai level tersebut.

Untuk mengeceknya, pengguna bisa masuk ke menu Settings, lalu memilih About phone, kemudian membuka Android version, dan melihat bagian security patch level. Jika levelnya masih di bawah 2026-06-05, pembaruan sebaiknya segera diperiksa dan dipasang saat tersedia.

Dengan temuan ini, Google kembali menegaskan pentingnya menjaga perangkat tetap diperbarui. Di tengah semakin canggihnya metode serangan siber, celah sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk bagi peretas untuk menguasai sistem.

Gadget Pertama dengan Android 17

Google resmi mulai menggulirkan sistem operasi terbaru Android 17 sejak 16 Juni 2026. Namun, pembaruan ini tidak langsung tersedia untuk semua pengguna Android dan hanya diluncurkan secara bertahap.

Seperti tradisi sebelumnya, Google Pixel menjadi perangkat pertama yang menerima Android 17, sebelum kemudian menyebar ke merek lain seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme, dan OnePlus dalam beberapa bulan ke depan melalui proses penyesuaian masing-masing produsen.

Berdasarkan data dari blog resmi Google, perangkat Pixel yang lebih dulu kebagian Android 17 meliputi lini Pixel 10 series, Pixel 9 series, Pixel Fold, Pixel Tablet, hingga Pixel 8 series. Pembaruan akan dikirim secara over-the-air (OTA) secara bertahap.

Android 17 membawa sejumlah fitur baru, termasuk “Bubbles” yang memungkinkan aplikasi berjalan dalam jendela melayang sehingga pengguna bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus dengan lebih fleksibel. Google juga menambahkan Bubble Bar untuk memudahkan akses aplikasi yang sedang berjalan.

Selain itu, hadir fitur Screen Reactions yang memungkinkan pengguna merekam layar sekaligus kamera depan secara bersamaan, fitur yang banyak digunakan untuk kebutuhan tutorial dan konten digital.

Dengan pembaruan ini, Android 17 memperkuat fokus pada multitasking dan pembuatan konten, sekaligus menandai langkah lanjutan Google dalam mengembangkan pengalaman pengguna yang lebih interaktif.(ist/dya)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.