WASHINGTON (Lentera) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, pada Minggu (14/6/2026) bahwa kesepakatan perdamaian AS-Iran "kini telah rampung" dan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah penandatanganan kesepakatan tersebut, pada Jumat (19/6/2026).
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social mengutip Antara, Senin (15/6/2026).
"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut AS."
"Kapal-kapal dunia, hidupkan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" kata Trump.
Dalam unggahan lain beberapa menit kemudian, dia mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah penandatanganan kesepakatan, pada Jumat (19/6/2026).
"Dengan dibukanya Selat tersebut setelah penandatanganan Kesepakatan pada Jumat, untuk keperluan pembersihan ranjau, pengiriman minyak akan mengalir di kedua sisinya untuk kawasan ini, dan Dunia!" kata Trump.
Tidak lama sebelum unggahan Trump tentang kesepakatan itu, Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif mengatakan di platform media sosial X bahwa upacara penandatanganan resmi kesepakatan itu dijadwalkan pada 19 Juni di Swiss.
Kesepakatan tersebut akan ditandatangani secara elektronik oleh dirinya atau oleh Wakil Presiden, JD Vance secara langsung, kata Trump kepada The Wall Street Journal dalam sebuah wawancara beberapa jam sebelumnya.
Vance mengatakan kepada Fox News, pada Minggu (14/6/2026) malam bahwa dia berencana menghadiri upacara penandatanganan resmi, meskipun ada kemungkinan Trump sendiri yang akan hadir.
"Saya kira kita masih memikirkan logistik tentang siapa saja yang akan menghadiri upacara penandatanganan itu," ujar Vance.
"Saya tentu berencana hadir di sana, tetapi ada kemungkinan Presiden sendiri yang akan datang,"
Trump dijadwalkan, menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) tahunan Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7) di Prancis.
Kesepakatan itu akan mencakup komitmen dari Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan segera, kata Trump kepada The Wall Street Journal.
Dia juga menyatakan, tidak ada urgensi untuk mengekstraksi material nuklir dari Iran, dengan mengatakan "tidak perlu terburu-buru."
"Kami akan menangani debu nuklir itu nanti ketika kami siap masuk dan melakukannya. Saya kira dalam satu atau dua bulan ke depan, tidak perlu terburu-buru," ujar Trump.
Trump mengatakan, akan ada inspeksi nuklir yang ketat terhadap pihak Iran, tanpa menjelaskan bagaimana inspeksi tersebut akan dilakukan.
Menurut kesepakatan itu, Iran tidak akan diberikan uang tunai, tetapi ada kemungkinan sanksi-sanksi akan dicabut, imbuh Trump.
"Kita lihat saja bagaimana mereka bersikap," katanya.
Trump juga mengklaim, PM Israel Benjamin Netanyahu mendukung kesepakatan tersebut.
"Bibi (Benjamin Netanyahu) setuju dengan hal itu," ujar Trump seperti dikutip. "Mengapa itu baik untuk Benjamin Netanyahu? Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam keadaan apa pun."
Stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi mengatakan masuknya Iran ke dalam periode negosiasi selama 60 hari dengan AS mengenai program nuklirnya dan pencabutan sanksi akan bergantung pada pemenuhan komitmen awal AS, yang akan diverifikasi oleh Teheran mulai saat ini hingga upacara penandatanganan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyambut baik kesepakatan itu, dan berharap para pihak akan memanfaatkan momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka untuk mencapai penyelesaian akhir konflik, kata juru bicaranya, pada Minggu (14/6/2026).
AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, dan memicu konflik regional yang mengubah lanskap keamanan Timur Tengah. Sejak saat itu, konflik tersebut telah merenggut ribuan nyawa dan mengganggu pasar energi global.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)
