14 June 2026

Get In Touch

Trump Dikabarkan Bahas Opsi Serangan Nuklir ke Iran

Ilustrasi: Tentara AS melakukan tes senjata nuklir. (AFP)
Ilustrasi: Tentara AS melakukan tes senjata nuklir. (AFP)

WASHINGTON (Lentera) - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikabarkan sempat membahas kemungkinan penggunaan senjata nuklir untuk menyerang Iran bersama sejumlah pejabat senior pemerintahannya.

Informasi tersebut diungkapkan jurnalis investigasi peraih Hadiah Pulitzer, Seymour Hersh, melalui unggahan di platform Substack pada Rabu (10/6/2026).

Mengutip sejumlah sumber yang tidak disebutkan identitasnya, Hersh menyebut diskusi mengenai opsi tersebut masih berlangsung di kalangan pejabat senior bersama "presiden yang tengah frustrasi".

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih yang mengonfirmasi maupun membantah laporan tersebut. Karena itu, informasi mengenai pembahasan penggunaan senjata nuklir masih sebatas klaim yang berasal dari sumber yang dikutip Hersh.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban di kalangan warga sipil.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Eskalasi itu sempat mereda setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April 2026.

Namun, upaya diplomasi yang berlanjut melalui perundingan di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan berarti. Kedua negara masih gagal mencapai kesepakatan mengenai sejumlah isu utama yang menjadi sumber perselisihan.

Editor: Santi/Ant

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.