11 June 2026

Get In Touch

Wakili Indonesia, Tim PENS Juara III Dunia Kompetisi CanSat 2026 di AS

Duta Besar RI untuk AS, Indroyono Soesilo (ketiga dari kanan) bersama Tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang meraih Juara III Dunia pada kompetisi CanSat 2026 di Amerika Serikat. (foto:ist/Ant/KBRI Washington DC)
Duta Besar RI untuk AS, Indroyono Soesilo (ketiga dari kanan) bersama Tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang meraih Juara III Dunia pada kompetisi CanSat 2026 di Amerika Serikat. (foto:ist/Ant/KBRI Washington DC)

WASHINGTON (Lentera) - Tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sebagai wakil dari Indonesia, meraih Juara III Dunia pada kompetisi CanSat 2026 pada ajang internasional bergengsi di bidang teknologi ruang angkasa yang diikuti 40 tim dari berbagai negara.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) bekerja sama dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo menyampaikan apresiasi atas pencapaian para mahasiswa Indonesia tersebut.

Ia mengatakan semangat invensi dan inovasi anak-anak muda Indonesia perlu terus dipelihara, ditingkatkan, dan ditularkan kepada generasi muda lainnya.

"Masa depan bangsa berada di tangan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing dengan generasi terbaik dari seluruh dunia," ujar Indroyono dalam keterangan pers Kedutaan Besar RI di Washington DC mengutip Antara, Rabu (10/6/2026).

CanSat merupakan kompetisi internasional yang menantang mahasiswa merancang, membangun, dan mengoperasikan satelit mini berukuran kaleng minuman 350 mililiter.

Peserta harus mengintegrasikan berbagai subsistem satelit, mulai dari komunikasi, sensor, sumber daya listrik, hingga sistem pemulihan menggunakan parasut.

Pada pelaksanaan misi yang berlangsung, Minggu (7/6/2026), tim Indonesia berhasil menerbangkan payload hasil rancangannya menggunakan roket hingga mencapai ketinggian 714 meter.

Setelah bahan bakar roket habis, payload terbuka dan melakukan manuver penurunan menggunakan sistem paralayang. Menjelang pendaratan, parasut kedua mengembang untuk memperlambat laju sehingga payload dapat mendarat dengan aman.

Keberhasilan misi ditandai dengan utuhnya telur yang dibawa sebagai simulasi muatan sensitif. Berbagai sensor juga berhasil merekam data ketinggian, posisi berbasis Global Positioning System (GPS), serta tekanan udara.

Seluruh data dan rekaman dari dua kamera onboard dikirim, secara real time ke pusat komando yang berada sekitar tiga kilometer dari lokasi pendaratan.

Tim Bamantara EEPISAT terdiri atas Adam Kandias, Rafida Azis Al Habib, Ax'l Nurrahim, Lintang Arum Sari, Fatma Aliea Wibowo, Muhammad Tsaqif Mukhayyar, Muhammad Rizky, Immanuel Valentino Wibowo, Tsania Zahira Soffa, dan Callista Salsabila Sugianto.

Menurut KBRI Washington, keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kedirgantaraan yang mampu bersaing di tingkat global.

Prestasi tahun ini melanjutkan rekam jejak Indonesia di ajang yang sama, pada CanSat USA 2022 tim PENS meraih Juara III Dunia, kemudian meningkat menjadi Juara II Dunia pada CanSat USA 2023 di Blacksburg, Virginia.

Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa inovasi dan kompetensi mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara, termasuk India, Turkiye, Meksiko, Polandia, dan Argentina.

Keberhasilan itu tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi serta perusahaan rintisan di bidang teknologi kedirgantaraan.

Saat ini, Tim Bamantara EEPISAT tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi peluncuran roket internasional di Jerman pada 2027.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.