07 June 2026

Get In Touch

Januari-Juni 2026, KY Terima 592 Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

Anggota Komisi Yudisial (KY), Abhan Misbah. (foto:ist/Ant)
Anggota Komisi Yudisial (KY), Abhan Misbah. (foto:ist/Ant)

SEMARANG (Lentera) - Komisi Yudisial (KY) menerima 592 laporan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) selama periode Januari hingga Juni 2026, dengan 80 laporan di antaranya memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti.

"Ada 592 laporan yang masuk, 80 laporan diantaranya sudah memenuhi syarat formil dan materiil untuk ditindaklanjuti," kata Anggota Komisi Yudisial (KY), Abhan Misbah di Semarang mengutip Antara, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Abhan, laporan yang diterima KY berkaitan dengan dugaan pelanggaran perilaku hakim, dalam menjalankan tugasnya.

Dari berbagai laporan yang masuk, lanjutnya, terdapat tujuh perkara yang diproses hingga Majelis Kehormatan Hakim (MKH).

Ia menyebutkan, lima hakim dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran dan dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.

Abhan menambahkan, pemerintah telah menaikkan gaji hakim hingga 280 persen sehingga para hakim dituntut untuk bekerja secara profesional, berintegritas, dan menghasilkan putusan yang berkualitas.

"Kebutuhannya sudah dipenuhi negara. Maka ada pelanggaran transaksi, tidak ada ampun lagi. Pecat dan pidana," tandasnya.

Selain itu, Abhan menyoroti, meningkatnya pengajuan eksaminasi terhadap putusan hakim.

Menurutnya, eksaminasi merupakan hal positif karena dapat menjadi sarana untuk menilai kualitas dan kinerja hakim.

Ke depan, imbuhnya, kualitas putusan, termasuk tingkat eksaminasi terhadap suatu perkara, akan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses promosi hakim.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.