07 June 2026

Get In Touch

PDI Perjuangan Surabaya Ajak Gen Z Telusuri Jejak Bung Karno Lewat Soekarno Trip

Kegiatan Soekarno Trip yang diadakan DPC PDI Perjuangan.
Kegiatan Soekarno Trip yang diadakan DPC PDI Perjuangan.

SURABAYA (Lentera) - Dalam rangka Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Surabaya menggelar kegiatan Soekarno Trip. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni ini, bertujuan untuk mengenalkan sejarah bangsa kepada generasi muda.

Hampir 100 peserta dari 31 kecamatan di Surabaya diajak mengunjungi sejumlah situs bersejarah, yang berkaitan dengan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

Dalam kegiatan itu, peserta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, mulai Museum Dr. Soetomo, SD Sulung, Rumah Kelahiran Bung Karno di Peneleh, hingga Rumah HOS Tjokroaminoto yang menjadi saksi perjalanan intelektual para tokoh pergerakan nasional.

Ketua Panitia Soekarno Trip, Hj. Khusnul Khotimah, S.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang juga diisi berbagai agenda lain seperti gowes kebangsaan dan doa bersama.

Menurutnya, lokasi-lokasi yang dikunjungi bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan tempat lahirnya gagasan besar yang membentuk perjalanan bangsa Indonesia.

“Tempat-tempat ini adalah saksi bisu lahirnya pemikiran besar, semangat nasionalisme, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kami ingin anak-anak muda memahami bagaimana para tokoh membangun karakter, semangat juang, dan kecintaan terhadap tanah air sejak usia muda,” kata Khusnul yang juga Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Surabaya, Sabtu (6/6/2026).

Ia menambahkan, perjuangan tidak selalu diwujudkan melalui perlawanan fisik. Pendidikan, pemikiran, dan keberanian menyuarakan kebenaran juga merupakan bagian penting dari perjuangan bangsa.

Mayoritas peserta yang mengikuti kegiatan ini, berasal dari kalangan Generasi Z. Khusnul menilai, generasi muda saat ini memiliki kepedulian tinggi terhadap berbagai persoalan bangsa dan aktif menyampaikan pandangan mereka melalui media sosial.

“Anak-anak muda ini bukan generasi yang apatis. Mereka berani bersuara di media sosial. Melalui kegiatan ini, mereka diingatkan bahwa perubahan besar bangsa juga lahir dari gagasan besar para pendiri bangsa,” ujarnya.

Konsep wisata sejarah yang dikemas secara santai mendapat sambutan positif dari para peserta, salah satunya Satrio Bagus Irwana, siswa SMA Negeri 15 Surabaya asal Kecamatan Gayungan.

Ia mengaku, mendapatkan pengalaman baru karena dapat melihat langsung lokasi-lokasi yang selama ini hanya dikenalnya melalui buku pelajaran.

“Saya jadi lebih memahami tentang Bung Karno, rumah kelahirannya, dan perjalanan hidupnya. Saya termotivasi karena Bung Karno adalah sosok yang bijaksana, pandai, dan suka menolong,” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Program DPC PDI Perjuangan Surabaya, Aliyudin mengingatkan pentingnya sejarah bagi generasi muda.

Ia menjelaskan, bahwa Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno karena memuat tiga momentum penting, yakni 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni Hari Wafat Bung Karno.

“Kalau biasanya pelajaran sejarah di sekolah dianggap membosankan, hari ini kita belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan. Sejarah penting agar kita tahu siapa diri kita dan menentukan masa depan kita,” jelasnya.

Aliyudin juga mengajak, generasi muda untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap Bung Karno yang dikenal hingga tingkat internasional.

“Jangan hanya bangsa lain yang membanggakan Soekarno. Kita sebagai bangsa Indonesia juga harus bangga pernah memiliki Bung Karno,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, panitia juga menggelar kompetisi pembuatan konten media sosial selama perjalanan berlangsung. Para peserta diminta membuat dan mengunggah konten kreatif mengenai pengalaman serta pelajaran yang diperoleh selama mengikuti Soekarno Trip.

Koordinator lomba, Elni Ramalianty Nainggolan mengatakan kegiatan tersebut bertujuan agar nilai-nilai sejarah yang diperoleh peserta dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui media sosial.

“Harapannya apa yang mereka pelajari hari ini bisa tersebar ke media sosial. Jadi bukan hanya exposure acara, tetapi juga menjadi ladang edukasi tentang Bung Karno dan sejarah Kota Surabaya untuk audiens yang lebih luas,” harapnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.