07 June 2026

Get In Touch

Kambing Perah ‘Super’ Berhasil Dikloning Massal di China

Kambing Perah ‘Super’ Berhasil Dikloning Massal di China

SURABAYA ( LENTERA ) - Dunia peternakan mencatat terobosan baru setelah ilmuwan China berhasil melakukan kloning massal terhadap enam kambing perah unggulan di Provinsi Shaanxi. Pencapaian ini disebut sebagai langkah penting yang berpotensi mengubah industri susu kambing global melalui pemanfaatan teknologi reproduksi modern yang lebih efisien.

Riset tersebut dipimpin oleh tim dari Northwest A&F University atau Northwest A&F University (NWAFU). Kepala tim peneliti, Wang Xiaolong, menjelaskan bahwa enam kambing hasil kloning terdiri dari empat pejantan dan dua betina. Hewan-hewan itu dikembangkan dari sel somatik kambing Saanen unggulan yang dikenal memiliki produksi susu sangat tinggi, yakni rata-rata mencapai 2.800 kilogram per tahun.

Menurut Wang Xiaolong, kambing donor yang dipilih bukan hanya unggul dari sisi jumlah produksi susu, tetapi juga memiliki kandungan lemak dan protein lebih baik dibanding kambing biasa. Ia juga menyebut kambing tersebut mempunyai kemampuan reproduksi stabil, daya adaptasi lingkungan yang kuat, serta ketahanan tubuh tinggi terhadap penyakit.

Dalam prosesnya, para peneliti menggabungkan teknologi seleksi genomik dengan teknik kloning sel somatik. Sistem pemuliaan molekuler itu memungkinkan ilmuwan memilih sel berkualitas tinggi secara presisi sebelum masuk ke tahap rekayasa reproduksi.

Tim peneliti kemudian mengoptimalkan seluruh tahapan, mulai dari pembentukan lini sel, rekonstruksi embrio, transfer embrio ke induk pengganti, hingga pengawasan masa kehamilan. Dengan pengendalian laboratorium yang ketat, mereka berhasil meningkatkan efisiensi kloning massal yang selama ini dikenal memiliki tingkat kegagalan tinggi.

Inovasi tersebut dinilai mampu memangkas waktu pemuliaan ternak secara signifikan. Jika metode konvensional membutuhkan sekitar delapan hingga sepuluh tahun untuk menghasilkan populasi kambing perah dengan genetika unggul, teknologi kloning somatik memungkinkan proses itu berlangsung jauh lebih cepat.

Selain mempercepat pembiakan, teknologi ini juga dianggap mampu mengatasi sejumlah kendala klasik industri peternakan, seperti lambatnya regenerasi ternak berkualitas, panjangnya interval generasi, hingga risiko hilangnya sifat genetik unggulan dalam proses pewarisan.

Provinsi Shaanxi dipilih sebagai pusat penelitian karena merupakan sentra utama industri susu kambing di China. Wilayah tersebut menguasai sekitar 40 persen populasi kambing perah nasional dan memproduksi hingga 80 persen produk susu kambing di negara itu.

Keberhasilan kloning massal ini juga sejalan dengan target pemerintah China dalam Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026–2030 yang menitikberatkan pada penguatan sistem pangan nasional yang mandiri dan beragam.

Para peneliti meyakini teknologi kloning kambing unggulan tersebut dapat menjadi fondasi penting bagi modernisasi industri peternakan China, sekaligus meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi pangan untuk menghadapi tantangan kebutuhan pangan global di masa mendatang.(ist/dya)

Jejak  Kloning Hewan Paling Sukses

1996 | Domba Dolly
Mamalia pertama dari sel dewasa.
Membuktikan kloning mamalia itu mungkin.

2001 - Sekarang | Hewan Peliharaan Komersial
Kucing pertama sukses dikloning tahun 2001, disusul anjing pada 2005.
Kini menjadi industri komersial global dengan tingkat kemiripan genetik 100%.

2023 | Sapi & Kuda Super
Ilmuwan sukses melahirkan 3 sapi perah super pada tahun 2023.
Duplikasi hewan ternak unggul untuk produksi susu ekstrem.

2025 | Penyelamatan Spesies Langka
Keberhasilan kloning masif satwa terancam punah seperti Serigala Merah dan Sapi Tibet (Zhangmu).
Fokus penuh pada konservasi dan pemulihan populasi.

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.