05 June 2026

Get In Touch

Rahasia Kulit Awet Muda Ala Korea Kini Hadir di Indonesia Lewat Teknologi Neotiva RH Collagen

CEO PT Supio Cosmetics Indonesia (SCI), Jennifer Nathalie saat menjelaskan Neotiva RH Collagen. (Amanah/Lentera)
CEO PT Supio Cosmetics Indonesia (SCI), Jennifer Nathalie saat menjelaskan Neotiva RH Collagen. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera)– Neotiva RH Collagen, produk kolagen manusia rekombinan (recombinant human collagen) pertama di Indonesia.

Inovasi yang sebelumnya populer di Korea Selatan tersebut diperkenalkan PT Supio Cosmetics Indonesia (SCI) bersama Facena Beauty Clinic sebagai generasi baru teknologi kolagen yang diklaim mampu mendukung kesehatan dan struktur kulit dari dalam.

Peluncuran produk tersebut digelar di Surabaya, Rabu (3/6/2026), sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi perawatan kecantikan berbasis teknologi modern yang tidak hanya berfokus pada perawatan dari luar, tetapi juga dari dalam tubuh.

CEO PT Supio Cosmetics Indonesia (SCI), Jennifer Nathalie, mengatakan kebutuhan masyarakat modern terhadap perawatan kecantikan terus berkembang. Karena itu, pendekatan berbasis kesehatan kulit secara menyeluruh dinilai semakin relevan.

"Modern people need modern solutions. Kita ingin memperkenalkan pentingnya kolagen di kehidupan sehari-hari, karena setiap aktivitas yang kita lakukan sejak keluar rumah itu sebenarnya membutuhkan kolagen," ujarnya.

Menurut Jennifer, konsep kecantikan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga pada upaya menjaga kualitas jaringan tubuh yang berperan dalam kesehatan kulit dan proses penuaan.

Dalam kesempatan yang sama, Androlog sekaligus Founder Facena Beauty Clinic, dr. Daniel Widiyanto, menjelaskan bahwa produksi kolagen dalam tubuh mulai mengalami penurunan sejak usia 25 tahun.

"Sebenarnya waktu kita umur 25 tahun, setiap hari kolagen di dalam tubuh itu turun sekitar 1 persen setiap tahunnya. Bagi perempuan, penurunannya akan jauh lebih drastis lagi ketika memasuki masa menopause," jelasnya.

Ia menambahkan, kolagen tidak hanya berfungsi menjaga elastisitas kulit, tetapi juga menjadi komponen penting pada berbagai jaringan tubuh seperti tulang, sendi, dan mata. Karena itu, berkurangnya kadar kolagen dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, tidak sebatas pada munculnya tanda-tanda penuaan kulit.

Dr. Daniel juga menyoroti tren penggunaan collagen stimulator yang sempat berkembang dalam dunia estetika. Menurutnya, metode tersebut bekerja dengan merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen secara alami, namun efektivitasnya dapat menurun seiring bertambahnya usia.

"Orang tua itu kalau dirangsang kolagennya susah, karena pabrik di dalam tubuhnya sudah 'soak' atau mesinnya sudah lodoh. Mau dirangsang seperti apa pun sudah tidak maksimal," ujarnya.

Untuk itu, teknologi recombinant human collagen dinilai menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan kolagen yang telah terbentuk, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan tubuh memproduksi kolagen baru.

Melalui kehadiran Neotiva RH Collagen di Indonesia, SCI dan Facena Beauty Clinic berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kadar kolagen sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesehatan kulit dan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.