05 June 2026

Get In Touch

Sebanyak 1.897 Jemaah dan Petugas Haji Debarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air

Jemaah dan petugas haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M tiba di Tanah Air disambut Gubernur Jawa Tiimur Khofifah Indar Parawansa, Senin (1/6/2026).
Jemaah dan petugas haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M tiba di Tanah Air disambut Gubernur Jawa Tiimur Khofifah Indar Parawansa, Senin (1/6/2026).

SURABAYA (Lentera) — Sebanyak 1.897 jemaah dan petugas haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M tiba di Tanah Air Senin (1/6/2026). Mereka merupakan lima kelompok terbang (kloter) pertama atau sekitar 4 persen dari total jemaah dan petugas yang direncanakan kembali melalui Debarkasi Surabaya.

Berdasarkan laporan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya total jemaah dan petugas yang direncanakan pulang melalui Debarkasi Surabaya sebanyak 44.000 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 43.237 jemaah, 160 Petugas Haji Daerah (PHD), 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 463 petugas yang tergabung dalam 116 kloter.

Hingga Kloter 5, jumlah jemaah dan petugas yang telah tiba di Debarkasi Surabaya mencapai 1.897 orang. Mereka terdiri atas 1.861 jemaah asal Jawa Timur, 10 PHD, 6 PIH KBIHU, dan 20 petugas kloter.

Berdasarkan data kedatangan yang dilansir Selasa (2/6/2026), jumlah jemaah dan petugas yang telah kembali terdiri atas 928 laki-laki dan 969 perempuan.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa operasional pemulangan jamaah haji di Asrama Haji Kelas I Surabaya pada hari pertama berjalan lancar dengan dukungan seluruh unsur pelayanan.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jamaah haji pada hari pertama berjalan dengan baik. Seluruh petugas terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal mulai dari kedatangan di bandara hingga penerimaan jemaah di Asrama Haji Kelas I Surabaya, sehingga jemaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Mohammad As’adul Anam.

Dari aspek ketepatan waktu penerbangan, tercatat tiga kloter tiba tepat waktu dan dua kloter mengalami keterlambatan. PPIH Debarkasi Surabaya terus melakukan koordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, dan seluruh unsur pelayanan untuk memastikan kelancaran proses pemulangan jamaah.

Selama operasional debarkasi hingga Kloter 5, tercatat tiga mutasi keluar yang terdiri atas satu jemaah wafat di Arab Saudi dan dua jemaah yang masih menjalani perawatan karena sakit di Arab Saudi. Sementara itu, jumlah kursi kosong (open seat) pada fase awal pemulangan tercatat sebanyak tiga kursi.

PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat masih terdapat dua jemaah yang belum dapat dipulangkan bersama kloternya karena menjalani perawatan medis di Arab Saudi, yaitu Abdul Djalal (67 tahun) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 1 yang dirawat di RS Al-Noor, serta Mohammad Dzikri Muiz (65 tahun) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 4 yang dirawat di RS Jeddah.

“Kami terus memantau kondisi jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia. Semoga seluruh jemaah yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” tutur Mohammad As’adul Anam.

Pada musim haji tahun ini, jemaah termuda Debarkasi Surabaya tercatat atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi (13 tahun) asal Kabupaten Bondowoso. Sementara jemaah tertua adalah Marsiyah Salim (104 tahun) asal Kabupaten Kediri.

PPIH Debarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah haji selama proses pemulangan berlangsung di Asrama Haji Kelas I Surabaya, mulai dari penerimaan kedatangan, pelayanan kesehatan, distribusi konsumsi, hingga proses kepulangan jamaah ke daerah masing-masing. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.