10 June 2026

Get In Touch

Trump: Iran Benar-benar Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (foto: realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (foto: realdonaldtrump)

WASHINGTON (Lentera) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan dengan Washington di tengah upaya mengakhiri ketegangan yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (1/6/2026), Trump mengaku optimistis perundingan yang sedang berlangsung antara kedua negara akan menghasilkan perkembangan positif dalam waktu mendatang.

"Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan," tulis Trump, mengutip Antara, Senin. Ditambahkannya, potensi perjanjian tersebut akan menjadi hasil yang baik bagi Amerika Serikat maupun negara-negara sekutunya.

Di saat yang sama, Trump melontarkan kritik terhadap sejumlah tokoh politik, baik dari kubu oposisi maupun sebagian anggota Partai Republik, yang menurutnya justru memperumit jalannya negosiasi.

Menurut Trump, berbagai tuntutan dan pandangan yang saling bertentangan terkait penanganan Iran membuat proses diplomasi menjadi lebih sulit dibanding seharusnya.

Ia menyinggung adanya pihak-pihak yang terus menyerukan pendekatan berbeda, mulai dari mempercepat maupun memperlambat proses perundingan hingga mendukung atau menolak opsi tindakan militer terhadap Teheran.

Trump menyebut berbagai komentar tersebut sebagai "chirping" atau ocehan politik yang dinilainya terjadi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi mengganggu proses negosiasi.

Meski demikian, Trump meminta publik untuk tetap bersabar dan memberi ruang bagi para perunding menyelesaikan pembahasan yang masih berlangsung.

"Duduk saja dan tenanglah, semuanya akan berakhir dengan baik pada akhirnya, selalu begitu!" kata Trump.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memanas sejak Februari 2026 ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran.

Sebagai respons, Teheran melakukan serangan balasan ke sejumlah sasaran di Israel serta fasilitas milik sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk. Iran juga sempat menutup Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Upaya meredakan konflik sempat menghasilkan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum mampu menghasilkan kesepakatan permanen.

Sejak kegagalan perundingan tersebut, Washington dan Teheran terus saling bertukar proposal serta usulan balasan sebagai bagian dari upaya melanjutkan dialog langsung guna mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif.

Editor: Santi 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.