SURABAYA (Lentera) - Isu teror pocong yang belakangan ramai diperbingangkan warganet mulai memicu keresahan masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Surabaya.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo mengajak masyarakat untuk tidak panik serta tetap memperkuat keamanan lingkungan melalui sistem siskamling.
Menurut Cahyo, fenomena yang viral di media sosial tersebut memang beberapa kali muncul di linimasa masyarakat. Namun, ia menilai warga Surabaya memiliki karakter berani dan tidak mudah takut menghadapi situasi yang meresahkan.
"Kalau melihat khasnya warga Surabaya ya, 'Suro' itu wani, 'Boyo' itu bahaya. Jadi warga Surabaya saya rasa berani menghadapi bahaya," kata Cahyo kepada Lentera, Selasa (26/5/2026).
Meski demikian, anggota komisi A ini mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh isu keamanan lingkungan. Ia menilai berkembangnya kabar teror pocong harus menjadi momentum untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dan kepedulian antarwarga.
Ia berharap masyarakat di kampung-kampung kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling, baik melalui pos ronda maupun pola pengawasan bersama antarwarga.
"Intinya kita sama-sama menjaga Surabaya ini. Tingkatkan keamanan kampung masing-masing, saling rukun dengan warga dan tetangga agar bisa saling menjaga," tuturnya.
Selain peran masyarakat, Cahyo juga meminta Pemerintah Kota Surabaya memperhatikan faktor pendukung keamanan lingkungan, khususnya penerangan jalan umum (PJU) dan pemasangan CCTV di titik rawan.
Menurutnya, kawasan minim pencahayaan berpotensi menimbulkan rasa takut sekaligus membuka peluang terjadinya tindak kriminal pada malam hari.
"Saya juga berpesan kepada Pemerintah Kota Surabaya agar titik-titik yang masih gelap atau remang-remang segera diperhatikan. Selain pengawasan Satpol PP, perlu tambahan PJU dan CCTV terutama di daerah rawan kejahatan," jelasnya.
Cahyo menegaskan masyarakat perlu bijak menyikapi berbagai informasi viral di media sosial. Ia mengimbau warga tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya dan tetap mengedepankan kewaspadaan rasional demi menjaga ketertiban lingkungan.
Reporter: Amanah/Editor: Santi




.jpg)
